News
·
1 Maret 2018 14:21

Polisi Sebut Maraknya Hoaks Terkait dengan Politik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Sebut Maraknya Hoaks Terkait dengan Politik (188002)
Tersangka kelompok 'The Family MCA' (Foto: Dok. Istimewa)
Kabar bohong atau hoaks yang kian marak beredar di tanah air, khususnya media sosial, semakin memprihatinkan. Bahkan baru-baru ini, Tim Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri baru saja menangkap enam admin Muslim Cyber Army (MCA); jaringan provokator penyebar ujaran kebencian, isu PKI, hingga kekerasan pada ulama.
ADVERTISEMENT
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto tak menampik bahwa hoaks yang santer beredar di Indonesia seolah untuk menyambut kontestasi Pilkada Serentak 2018. Menurutnya, sesuai ucapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di awal 2018, semua partai saat ini sudah mulai bergerak.
"Semua partai memanaskan mesinnya. Semua yang berkepentingan terhadap Pemilukada memanaskan mesinnya.Tapi jangan sampai over heat atau kepanasan," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).
Polisi Sebut Maraknya Hoaks Terkait dengan Politik (188003)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Disinggung apakah para penyebar hoaks tersebut terfiliasi dengan partai politik tertentu, Setyo belum bisa memastikan. Menurutnya, polisi harus menyelidiki lebih lanjut motif di balik para pelaku menyebarkan hoaks.
"Harus dibuktikan dulu bahwa dia mendapatkan order dari siapa, kalau itu memang ada perintah. tapi kalau dia hanya sendiri, mengunggah dan bilang 'Pak, saya hanya iseng' itu harus didalami lagi, keisengannya seperti apa gitu kan Mooho waktu nanti didalami lagi oleh penyidik," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, polisi sudah mengantongi sejumlah nama-nama anggota MCA lainnya yang tersebar di Indonesia. Mereka semua membawahi sekitar lebih dari 100 ribu anggota, yang terbagi dalam 20 admin.