kumparan
8 Juli 2019 18:15

Polisi soal Penembak Pospol di Kulon Progo: Sudah Ada Gambaran

Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kasus penembakan pos polisi (pospol) Siluwok di Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, belum terungkap. Meski begitu, polisi mulai memiliki gambaran terkait sosok pelaku penembakan.
ADVERTISEMENT
“Ciri-ciri belum (diketahui). Sudah sekitar enam saksi diperiksa, yang mengetahui langsung tidak ada, tapi dari CCTV kita sudah ada gambaran. (Naik) sepeda motor berboncengan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Sleman, Senin (8/7).
Ilustrasi Begal, Kriminal, Penembakan,
Ilustrasi begal. Foto: Nunki Pangaribuan/kumparan
Hadi menjelaskan, pelaku diduga menggunakan airgun yang telah dimodifikasi. Ia menduga penembakan tersebut hanya aksi iseng belaka.
“Kita dalam penyelidikan karena itu bukan senjata standar, airgun yang dimodifikasi. Lagian itu seperti yang disampaikan Pak Kapolda, orang iseng aja,” ujarnya.
Peluru gotri, Kulon Progo
Peluru gotri yang ditemukan di Pos Polisi Kulon Progo. Foto: Dok. Istimewa
Sedangkan, jenis motor yang digunakan pelaku belum diketahui secara pasti, namun dapat dipastikan bukan motor jenis matic. Kedua pelaku ini juga tidak menggunakan helm dalam melancarkan aksinya.
ADVERTISEMENT
“Sekali lagi, itu peristiwa iseng tapi tetap mengikuti penyelidikan,” ujarnya.
Peristiwa penembakan pospol Siluwok di Jalan Nasional Wates-Purworejo terjadi pada Kamis (4/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Akibatnya kaca pospol tersebut berlubang. Dalam olah TKP, polisi menemukan amunisi gotri yang diduga keluar dari airgun pelaku.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan