kumparan
28 Des 2018 17:29 WIB

Polisi Telusuri Motif Penyebar Video Ma'ruf Amin Berbaju Sinterklas

Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Ery Apriyono. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Polisi masih terus mendalami motif S (31), pelaku penyebar video hoaks Ma'ruf Amin mengenakan baju Sinterklas. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Aceh, AKBP Ery Apriyono, mengatakan institusinya masih terus menginterogasi S.
ADVERTISEMENT
“Motifnya masih dalam proses pendalaman jadi belum bisa saya sampaikan. Sekarang sudah kami amankan di Polda Aceh menjalani pemeriksaan untuk mendalami apa yang menjadi motif tersangka melakukan tindakan tersebut,” kata Ery saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/12).
Ery belum mau banyak bicara soal pemeriksaan terhadap S. Dia juga bahkan enggan menyebutkan afiliasi kubu politik tertentu yang dianut S.
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam acara ngopi bareng wartawan di kediaman Ma'ruf, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Rabu (12/12) (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
“Saya belum bisa jawab masih proses pemeriksaan pendalaman. Karena masih terlalu dini baru kemarin kita amankan,” ujar Ery. S ditangkap karena menyebar video hoaks Ma'ruf Amin mengenakan baju Sinterklas.
Ery mengatakan video tersebut sudah diedit. Mengganti pakaian yang dikenakan Ma'ruf dengan kostum Sinterklas. Pada video itu juga ditambahkan tulisan, 'Menjual Iman Demi Jabatan. Video itu diunggah pada tanggal 24 Desember 2018.
ADVERTISEMENT
S ditangkap lantaran polisi mendeteksi identitas pelaku. "Kami menemukannya melalui akun YouTube dan handphone bersangkutan,” ujar Ery. "Kami masih dalami lagi apakah dia bekerja sendiri atau ada kawannya yang lain."
Sementara itu, selain S polisi juga sedang memburu seorang pelaku lainnya yang diduga sebagai pengedit video tersebut. Ery meminta agar orang tersebut segera menyerahkan diri.
“Ada seorang lagi yang diduga sebagai pembuat video. Kami imbau supaya menyerahkan diri agar memudahkan kami dalam proses pemeriksaan. Untuk identitasnya belum bisa kami sebutkan,” kata Ery. Anggota keluarga S (31), pelaku penyebar foto hoaks Ma' ruf Amin mengenakan baju Sinterklas, meminta maaf. Paman S, Bahaudin, menyebut keponakannya itu hanya seorang guru ngaji di Pesantren Raudhatul Ma'rif Cot Trueng, Muara Baru, dan tidak pernah terlibat dalam politik.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan