Polisi Tes Urine Sopir Bajaj Cs yang Keroyok Jukir di Kemayoran, Ini Hasilnya

20 Februari 2024 12:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jumpa pers kasus pengeroyokan sopir bajaj vs juru parkir di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers kasus pengeroyokan sopir bajaj vs juru parkir di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polisi melakukan tes urine terhadap sopir bajaj bernama Agus dan 2 saudara kandungnya, SU dan ST, yang mengeroyok Ardi Surahman, juru parkir di salah satu minimarket di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Apa hasilnya?
ADVERTISEMENT
"Untuk ketiga tersangka tidak ada indikasi narkoba, kami sudah melakukan tes urine, hasilnya negatif," kata Kapolsek Kemayoran, Kompol Arnold dalam jumpa pers, Selasa (20/2).
Arnold menjelaskan, pengeroyokan yang dilakukan Agus dkk terhadap Ardi Surahman dan Tri Aryanto murni karena masalah utang piutang. Di mana, Ardi berutang kepada Agus sebesar Rp 130 ribu.
"Hasil pemeriksaan tidak ada (dendam), jadi memang murni karena masalah utang piutang. Hanya karena mungkin bahasa yang disampaikan tidak enak (saat menagih)," jelas Arnold.
Keributan ini terjadi pada Sabtu (17/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya, Agus menemui Ardi dan Tri (adik Ardi) untuk menagih utang tersebut. Namun di sana, Agus malah dipukuli oleh Ardi dan Tri.
Hal tersebut membuat Agus tak terima. Ia pun kembali ke rumahnya dan memanggil 2 saudara kandungnya yang berinisial SU dan ST. Mereka lalu kembali ke minimarket tersebut sembari membawa sebilah celurit.
ADVERTISEMENT
"Kebetulan ketiga tersangka ini kakak beradik. Jadi satu lagi ada di situ menyampaikan. Kembali ke Indomaret Sumur Batu dan menyerang kedua korban di halaman parkir," jelas Arnold.
"Sehingga kedua korban melarikan diri, mengamankan diri di dalam Indomaret tersebut sehingga di dalam Indomaret terjadi keributan, cekcok, terjadi adu jotos," lanjutnya.
Akibatnya, Ardi mengalami luka bacok hingga harus dilarikan ke RS Yarsi Cempaka Putih.
Kini, para pelaku juga telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana maksimal hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.