kumparan
22 Oktober 2019 13:29

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kericuhan Laga PSIM Vs Persis

Polisi amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo
Polisi menunjukkan barang bukti dari puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Polresta Yogyakarta menetapkan 3 orang sebagai tersangka kericuhan saat laga PSIM Yogyakarta vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Senin (21/10) malam.
ADVERTISEMENT
Ketiga orang itu menjadi tersangka karena merusak dan membakar 2 mobil polisi dan beberapa kendaraan lainnya. Ketiganya yakni NCS (18) serta HKC dan CU yang masih anak-anak.
“Ada dua kendaraan patroli (polisi -red) yang dirusak oknum suporter. Ada beberapa sepeda motor dan fasilitas umum di sekitar stadion (dirusak),” kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, di Polresta Yogyakarta, Selasa (22/10).
Meski sudah menetapkan ketiganya sebagai tersangka, kata Yuliyanto, penyidik masih belum memutuskan apakah mereka langsung ditahan atau tidak. Sebab hingga kini polisi masih memeriksa ketiganya.
“Hari ini kalau misalnya penyidik bisa meyakinkan layak ditahan maka akan kita lakukan penahanan. Nanti pengembangan berikutnya kita sampaikan,” ujar Yuli.
Yuli menyatakan meski terjadi beberapa perusakan, namun dalam kericuhan itu tidak ada korban jiwa. Adapun polisi masih menghitung kerugian akibat kericuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
“Saat ini belum ada laporan luka-luka tapi kalau tidak salah ada petugas damkar (terluka),” kata dia.
Akibat perbuatannya, ketiga tersangka itu dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara.
Polisi amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo
Polisi tetapkan tiga tersangka dan amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Polisi Turut Amankan 48 Orang
Sebelum menetapkan 3 orang sebagai tersangka, kata Yuli, polisi telah mengamankan total 48 orang. Sebanyak 18 orang diamankan sebelum pertandingan dan 30 orang diamankan setelah pertandingan.
Beberapa dari mereka didapati petugas berusaha membuat kerusuhan. Sebagian dari mereka juga diduga kuat membawa molotov.
“Ada 7 molotov sebelum pertandingan ada di dekatnya adik-adik ini tidak dibawa bersangkutan tapi ada di situ. Kita mempelajari CCTV yang kedapatan molotov itu. Mudahan-mudahan segera bisa kita lakukan analisis,” ujar Yuli.
Polisi amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo
Polisi tetapkan tiga tersangka dan amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
“Kedua ada 12 molotov yang didapati di luar pagar stadion malam setelah peristiwa. Setelah olah TKP termasuk menyisir sekitar stadion di luar pagar ada 12 molotov,” kata Yuli.
ADVERTISEMENT
Polisi hingga kini masih memeriksa puluhan orang tersebut untuk menentukan status hukum mereka.
“Apakah dijerat UU hari ini kami penyidik Polresta di-backup Polda bekerja keras memeriksa mereka apakah unsur-unsur bisa dipenuhi atau tidak. Akan kita pelajari komunikasi-komunikasi apakah akan berbuat rusuh dan lain sebagainya. Kalau faktanya, kita dapatkan molotov dan bahan bakar mudah meledak,” ujar dia.
Polisi amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo
Polisi tetapkan tiga tersangka dan amankan puluhan suporter dalam kericuhan laga PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Diketahui dalam pertandingan tersebut PSIM Yogyakarta kalah dari Persis Solo dengan skor 2-3. Sebelum peluit ditiup wasit, kericuhan pecah hingga dua mobil polisi dirusak. Salah satu mobil bahkan sempat dibakar.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, menjelaskan kericuhan ini buntut kekecewaan suporter karena PSIM kalah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan