Polisi Tunggu Laporan Keluarga untuk Ungkap Penyebab Kematian Napi di Lapas Aceh

15 November 2021 14:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Polisi Tunggu Laporan Keluarga untuk Ungkap Penyebab Kematian Napi di Lapas Aceh (61013)
zoom-in-whitePerbesar
Rilis napi tewas diduga bunuh diri di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
ADVERTISEMENT
Kepolisian Polresta Banda Aceh telah menerima informasi terkait kematian seorang narapidana di Rutan Kelas II B Banda Aceh yang berada di Kajhu, Aceh Besar.
ADVERTISEMENT
Namun, polisi belum melakukan proses lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian itu lantaran belum ada laporan dari pihak keluarga.
“Informasi itu kami terima lewat Polsek Baitusalam dengan dikirimkan surat dari Lapas ke Polsek pada 10 November 2021. Sedangkan kejadian tersebut di tanggal 9 November 2021,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha, Senin (16/11).
Ryan mengatakan, terkait kasus kematian napi itu pihaknya telah melakukan konfirmasi ke pihak keluarga dan rutan. Akan tetapi, sejauh ini pihak keluarga korban belum mau membuat laporan atas kematian tersebut.
“Penyampaian keluarga korban, bahwa belum mau membuat laporan dan menyatakan menerima kejadian tersebut,” ujarnya.
Polisi Tunggu Laporan Keluarga untuk Ungkap Penyebab Kematian Napi di Lapas Aceh (61014)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock
Namun demikian, kata Ryan, kepada pihak keluarga pihaknya telah menyampaikan apabila mereka keberatan maka bisa membuat laporan untuk mengungkap penyebab di balik kematian tersebut.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Kami sudah sampaikan bahwa jika keberatan dengan kejadian itu bisa membuat laporan ke kepolisian, dan kami membutuhkan perizinan dari pihak keluarga untuk dilakukan ekshumasi (penggalian kubur),” ucapnya.
Dikatakan Ryan, ekshumasi itu guna untuk dilakukan otopsi terhadap korban atau napi yang meninggal dunia tersebut.
“Pada intinya kami siap untuk menerima laporan dari pihak korban, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kejadian tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Rutan Kelas II B Banda Aceh Irhamuddin, mengatakan, saat Riski Ramadhan (26) warga binaan yang meninggal dunia itu dilarikan ke RSUDZA Banda Aceh, pihak keluarganya langsung menunggu di sana usai dihubungi pihak lapas.
“Setelah pihak rumah sakit menyatakan Riski mengembuskan napas terakhirnya, jenazah Riski langsung diminta bawa pulang ke rumahnya oleh keluarga. Almarhum dikuburkan pada keesokan harinya atau pada Rabu (10/11) dan kita turut hadir di rumah duka,” katanya.
ADVERTISEMENT
Irhamuddin mengaku, respons dari keluarga sebagian ada yang menerima dan juga kemungkinan tidak. Akan tetapi, usai kejadian pihaknya menyampaikan apabila ada keluhan atau yang mengganjal dari pihak keluarga mereka membuka diri bagi jika keluarga ingin melakukan proses lebih lanjut.
“Kami tidak ada penekanan apa pun, kalaupun keluarga melakukan upaya-upaya ya itu hak keluarga untuk melakukannya,” ungkapnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020