News
·
21 Juni 2021 10:54
·
waktu baca 2 menit

Politikus PKB Tolak Jokowi 3 Periode, Dorong Cak Imin-Anies di 2024

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Politikus PKB Tolak Jokowi 3 Periode, Dorong Cak Imin-Anies di 2024 (92034)
searchPerbesar
Cak Imin di kantor kumparan Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sejumlah pihak mengusulkan agar Jokowi menjabat 3 periode. Di antaranya adalah pengamat politik M Qodari dan relawan Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) yang mendukung pasangan itu di 2024.
ADVERTISEMENT
Politikus PKB, Nasim Khan, enggan mengomentari isu tersebut. Ia menegaskan PKB akan tetap taat dengan aturan di dalam UUD, presiden menjabat maksimal 2 periode.
"No comment (jabatan presiden tiga periode), PKB ini partai yang taat konstitusi. Di UUD kan jelas masa jabatan presiden hanya dua periode. Pak Jokowi juga sangat taat konstitusi, beliau dengan tegas menolak memperpanjang jabatan (Jadi 3 Periode)," kata Nasim kepada wartawan, Senin (21/6).
"Tapi, kalau ditanya Pilpres 2024, cocoknya ya Cak Imin-Bang Anies (Muhaimin Iskandar-Anies Baswedan), saatnya bersatu untuk ummat,"
- Nasim Khan.
Politikus PKB Tolak Jokowi 3 Periode, Dorong Cak Imin-Anies di 2024 (92035)
searchPerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu (13/6/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Nasim berpendapat, pasangan Cak Imin-Anies sangat ideal dan berpotensi diusung koalisi parpol di Senayan, baik yang berlatar belakang Religius maupun Nasionalis di Pilpres 2024.
"Beberapa partai insyaallah siap mendukung (pasangan ini)," klaim Wabendum DPP PKB ini.
Lebih lanjut, jika usulan itu terealisasi, Nasim yakin pasangan Cak Imin-Anies bakal menang dengan mudah di Pilpres 2024.
ADVERTISEMENT
"Pasangan pilpres 2024 untuk persatuan ummat dan bangsa idealnya ya Gus Ami atau Cak Imin dan Bang Anis Baswedan, insyaallah Indonesia akan menjadi negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur," kata anggota Komisi VI DPR ini.
Ditekankan Nasim, Cak Imin-Anies bisa saling melengkapi, Cak Imin mewakili organisasi islam terbesar di Indonesia alias representasi NU (Nahdlatul Ulama) sementara Anies banyak didukung dari kalangan Muhammadiyah dan organisasi islam lain.
"Warga NU baik yang struktural maupun yang kultural pasti akan memberikan amanah suaranya ke tokoh yang dianggap sebagai representasi NU. Suara warga NU ini sangat menentukan, hampir 100 juta," tuturnya.
"Kalangan santri saja jumlahnya kurang lebih 15 Jutaan, ustaz nya lebih kurang 1 juta, Pondok pesantren kurang lebih 35 ribu pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia. Kami yakin pasangan ini bisa menyatukan suara ummat dan bangsa. inshaallah rakyat solid mendukung Cak Imin-Bang Anies," pungkasnya.
ADVERTISEMENT