Polling kumparan: 70,03% Pembaca Yakin Pemerintah Bisa Mengatasi Aksi KKB Papua

5 Agustus 2022 16:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penembakan dan pembakaran di sekitar Bandara Bilorai Kabupaten Intan Jaya oleh KKB dan TNI-Polri. Foto: Instagram/@brimob_id
zoom-in-whitePerbesar
Penembakan dan pembakaran di sekitar Bandara Bilorai Kabupaten Intan Jaya oleh KKB dan TNI-Polri. Foto: Instagram/@brimob_id
ADVERTISEMENT
Sebanyak 70,03 persen pembaca kumparan merasa yakin pemerintah bisa mengatasi aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pernyataan tersebut diperoleh berdasarkan polling kumparan yang diedarkan pada 22 Juli-5 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Total ada 2.980 responden yang menjawab polling ini. Sebanyak 2.087 orang di antaranya menyatakan ‘Yakin'. Ini berarti, hanya ada 893 orang atau 29,97 persen yang menyatakan ‘Tidak Yakin’.
Sebelumnya, KKB menuai sorotan usai melakukan pembantaian terhadap 12 warga sipil di Nduga, Papua pada Sabtu (16/7). Tak hanya itu, 1 pendulang emas juga tewas dengan kondisi kepala dipenggal pada Selasa (19/7) lalu.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurut Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko, pemerintah belum memikirkan opsi penambahan pasukan TNI dan Polri ke Papua. Meski begitu, ia memastikan aparat keamanan di Papua saat ini sudah memiliki SOP sehingga dalam penanganannya menggunakan pendekatan profesional dan proporsional.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa turut memberikan tanggapan terhadap penanganan KKB Papua. Ia menekankan, penanganan KKB tidak bisa dilakukan sembarangan. Termasuk soal untuk melakukan serangan balik karena banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
"Jadi sebetulnya bukan saja soal serbu, bukan serbu. Tapi kita harus precise, akurat, itu yang lebih penting. Kita harus tau dulu pelaku pelaku kemudian setelan tahu, bagaimana apabila memang dalam jangkauan dan pengawasan kita, keberadaannya maksudnya, maka prosedur prosedur itu akan kita ikuti," kata Andika.
ADVERTISEMENT
"Jadi terus terang bukan hanya kita mau atau tidak kemudian menyerbu, tetapi yang lebih penting kita gak boleh salah, gak boleh salah tangkap, gak boleh salah, apalagi salah dalam melumpuhkan. Kita harus akurat. Akuntabel," tutup dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020