Polling kumparan: 86,83% Pembaca Pernah Melihat Iklan Judi Online

18 Juni 2024 17:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi judi online. Foto: Marko Aliaksandr/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi judi online. Foto: Marko Aliaksandr/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebanyak 86,83 persen atau 1.510 pembaca pernah melihat iklan judi online atau judol di media sosial. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang tayang pada 11 hingga 18 Juni 2024.
ADVERTISEMENT
Total ada sebanyak 1.739 responden yang menjawab polling ini. Sisanya, ada 13,17 persen atau 229 orang yang mengaku tidak pernah melihat iklan judi online di media sosial.
Judi online kembali menjadi sorotan setelah seorang polwan membakar suaminya yang juga polisi. Polwan tersebut geram karena suaminya rupanya sering menggunakan uang belanja untuk bermain judi online.
Di tengah kasus tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi pun dipanggil DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mencecar Budi Arie soal penanganan judi online di Indonesia yang juga belum beres.
Politkus PKS itu pun meminta Budi Arie untuk mengambil sikap tegas untuk menindak akun-akun judi online agar kekerasan akibat judi online tidak terjadi lagi.
ADVERTISEMENT
Budi Arie menegaskan permasalah judi online tidak bisa diselesaikan sendiri. Perlu ada peran aktif dari berbagai lembaga negara lainnya untuk ikut mengambil peran dalam pemberantasan judi online.
"Kita sepanjang 17 Juli, saya sejak saya dilantik jadi menteri judi online 2 juta lebih konten saya take down," ujar Budi saat raker, Senin (10/6).
Presiden Jokowi pada 14 Juni membentuk Satgas Pemberantasan Judi Online yang diketuai Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dan Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai wakil.

Jumlah Pemain Judol

Koordinator Kelompok Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Natsir Kongah, mengungkapkan ada sebanyak 3,2 juta masyarakat Indonesia bermain judi online. Dari 3,2 juta masyarakat tersebut, hampir 80 persennya menghabiskan lebih Rp 100 ribu dalam sehari untuk judi online.
ADVERTISEMENT
"Itu terus meningkat, ya, sampai sejauh ini ada 5 ribu rekening yang kita blokir. Dan dari 3,2 juta yang kita identifikasi pemain judi online itu, itu rata-rata main di atas Rp 100 ribu. Hampir 80 persen dari 3,2 juta pemain yang teridentifikasi itu," ujar Natsir dalam diskusi Polemik Trijaya dengan tema Mati Melarat Karena Judi, Sabtu (15/6).
Mirisnya, kata dia, rata-rata pemain judi online tersebut didominasi oleh pelajar hingga ibu rumah tangga.
"Ada pelajar, mahasiswa, Ibu rumah tangga, dan ini yang cukup mengkhawatirkan buat kita sebagai anak bangsa," ucap Natsir.