kumparan
14 Januari 2019 14:46

Polri Akan Kaji Usulan Petugas KPK Dilengkapi Senjata

Ilustrasi senjata api (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Muncul usulan untuk mempersenjatai petugas KPK guna mengantisipasi kembali terjadinya teror. Terkait hal itu, Polri telah menerima usulan tersebut dan akan mengkajinya.
ADVERTISEMENT
“Sudah diajukan, sepanjang itu dibutuhkan KPK. Polisi akan melakukan kajian. Kalau diizinkan, diizinkan,” kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).
Menurut Dedi, selama ini Polri selalu memberi pengawalan pada setiap penyidikan KPK. Hal ini dilakukan guna memudahkan penyidik dalam mengusut kasus korupsi.
"Kan selama ini (KPK) selalu dikawal (polisi)," jelasnya.
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Rupatama Mabes Polri. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Saat ini, kepolisian tengah serius dalam mengusut dan mengungkap pelaku teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Kasus teror bom itu terjadi pada Rabu (9/1) pagi.
Kediaman Agus di Bekasi mendapat teror bom palsu di pagar rumah. Sementara kediaman Laode di Kalibata, Jakarta Selatan, dilempari bom molotov.
Ilustrasi KPK (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut usulan petugas KPK dilengapi senjata adalah bentuk peningkatan keamanan petugas dalam mengantisipasi teror. Terlebih setelah adanya kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada April 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
“Tentu kemananan ditingkatkan. Kami sedang mengevaluasi misalkan nanti petugas KPK akan dilengkapi dengan senjata tertentu ini nanti kita akan bicarakan hari-hari ini,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).
Namun, Agus tidak menjelaskan lebih lanjut siapa petugas KPK yang dimaksud. Pasalnya di KPK terdapat petugas dari unsur sipil, jaksa, dan polisi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan