kumparan
8 Nov 2018 15:19 WIB

Polri Bantah Ikut Campur Dalam Penangkapan Rizieq

Irjenpol Setyo Wasisto (kiri) dan Kombespol Argo Yuwono (kanan) saat Konferensi Pers terkait kasus Ratna Sarumpaet di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta Rabu (3/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sejumlah spekulasi mulai muncul terkati penangkapan Imam Besar FPI Rizieq Syihab di Makkah, Arab Saudi. Termasuk adanya peran intelejen dalam peristiwa ini, seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
ADVERTISEMENT
Merespons hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Polri tidak memiliki wewenang dalam kasus WNI yang terjadi di luar negeri. Setyo juga membantah ada keterlibatan seperti yang ditudingkan.
“Saya enggak tahu. Di luar kompetensin saya,” kata Setyo di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamia (8/11).
Habib Rizieq diperiksa polisi Arab. (Foto: Dok. Istimewa)
Setyo menegaskan, kasus yang menjerat Rizieq di Arab Saudi sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri. Karena itu, salah alamat bila ada pihak yang mencurigai Polri terlibat dalam kasus ini.
“Kemudian terkait Habib Rizieq enggak ada kaitan dengan kita. Setahu saya dia pasti akan perlindungan dari perwakilan kita di luar negeri. Itu perlindungan umum terhadap WNI yang ada masalah,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam akun twitter resmi Fadli Zon, @fadlizon menyebut keluarga Rizieq mengadu kepadanya, ada peran intelijen dalam kasus ini.
ADVERTISEMENT
"Saya yakin apa yang terjadi pada Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji. Bisa saja orang masang bendera di luar tembok rumahnya, karena lokasinya umum. Ini kerjaan dasar 'intel'. Saya dapat pengaduan dari keluarga Habib pada Senin sore," kata Fadli dalam cuitannya, Kamis (8/11).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan