kumparan
18 Mar 2019 17:02 WIB

Polri: Kampanye Milenial Safety Road Tak Ada Kaitannya dengan Pemilu

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Reki Febrian/kumparan
Polri gencar mengkampanyekan keselamatan dalam berkendara di kalangan milenial dengan acara yang bertajuk 'Millenial Road Safety Festival.' Acara tersebut mampu menarik perhatian publik saat HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di berbagai tempat di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Beberapa pihak menyangka, acara tersebut memiliki maksud terselubung. Lebih-lebih menjelang Pemilu 2019 ini. Namun Mabes Polri membantah jika hal tersebut berkaitan dengan pemilu.
“Enggak ada kaitannya dengan pemilu, emang enggak boleh? Larangan buat acara, enggak ada-enggak ada kaitannya, jadi jangan dikait-kaitkan ya, kalau bahasa Jawanya ojo kabeh kabeh digathuk gathukne (jangan semua dikait-kaitkan) ya,” ucap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/3).
Acara tersebut juga tak sedikit memantik pertanyaan. Pasalnya, tak jarang acara itu memasang foto Presiden Jokowi yang sedang mengendarai sepeda motornya. Menurut Dedi, hal tersebut sebagai simbol pemerintahan yang menganjurkan warganya untuk mematuhi keselamatan berlalu lintas.
Millennial Road Safety Festival yang diselenggarakan Ditlantas PMJ di Bundaran HI. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
“Itu karena simbol pemerintah gitu ya, nanti dari road safety festival ini akan dijadikan hari keselamatan berlalu lintas di Indonesia, karena jumlah korban angka kecelakaan lalin per satu jam itu 4 orang meninggal dunia, dalam sehari 96 orang,” kata Dedi.
ADVERTISEMENT
Dedi juga menanggapi acara Milenial Road Safety Festival yang terjadi di Surabaya. Acara tersebut sempat ternoda karena beberapa pengunjung menyanyikan yel-yel “Jokowi wae”. Hal itu dikarenakan ketidakmampuan polisi untuk mengatur ratusan ribu massa.
“Ketika kumpul ratusan ribu manusia sopo sing bisa mengendalikan orang itu bisa tangan dua, tangan satu, tangan sepuluh, spontanitas akan terjadi pasti, teori psikologi massa, ketika sudah kumpul massa banyak enggak ada yang bisa mengendalikan,” kata Dedi.
Meski begitu polisi telah mengimbau kepada para pengunjung bahwa acara tersebut bebas dari kegiatan politik. Mereka juga melarang pengunjung untuk memakai atribut dan kostum yang berbau dukungan terhadap kontestan Pemilu 2019.
“Kita selalu sampaikan bahwa forum ini tidak boleh istilahnya pakai atribut, meneriakkan, mengagitasi, mendukung salah satu paslon enggak boleh, di awal sudah diingatkan,” tutup Dedi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan