kumparan
31 Des 2018 14:40 WIB

Polri: Pelaku Mutilasi di Poso Kelompok Ali Kalora

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Lutfan Darmawan/kumparan)
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa kelompok bersenjata yang melukai aparat dan membunuh salah satu pekerja ladang di Desa Salubose, Sulawesi Tengah adalah kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora.
ADVERTISEMENT
Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng tengah memburu kelompok tersebut ke hutan.
“Ya pelaku daripada mutilasi itu adalah kelompok DPO MIT Poso yang dipimpin oleh Ali Kalora,” ucap Dedi di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (31/12).
Dedi mengatakan, sejauh ini polisi sudah mengantongi kekuatan kelompok bersenjata tersebut, termasuk jumlah anggota dan senjata yang dimiliki para pelaku. Ia yakin, Satgas Tinombala pasti bisa meringkus dan melumpuhkan kelompok bersenjata tersebut.
“Untuk profil pelaku punya dari aparat Polda Sulteng sudah dapat kelompok-kelompok tersebut sudah dapat berapa kekuatannya berapa senjatanya sudah dapat saat ini masih dalam pengejaran Satgas Tinombala Polda Sulteng,” bebernya.
Ilustrasi tembak mati (Foto: kerttu)
Sebelumnya, polisi dan kelompok bersenjata terlibat baku tembak di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Akibat peristiwa itu, dua aparat kepolisian terkena tembakan.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hary Murowno mengatakan insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, kata dia, tim melintasi Dusun Salubose untuk mengevakuasi korban mutilasi kelompok DPO MIT Poso pimpinan Ali Kalora.
Pada saat melintas Dusun Salubose, Bripda Baso yang berboncengan dengan Bripka Andrew melihat ranting yang melintang di tengah jalan. Kedua anggota polisi itu hendak menyingkirkan ranting agar kendaraan yang digunakan bisa lewat.
Namun setelah Bripda Baso turun dari kendaraan langsung ditembak dari arah belakang. Baku tembak pun terjadi dan membuat dua anggota polisi terluka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan