News
·
18 Februari 2021 0:06

Ponpes di Kota Tasikmalaya Lockdown, 375 Orang Mayoritas Santri Positif Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ponpes di Kota Tasikmalaya Lockdown, 375 Orang Mayoritas Santri Positif Corona (21490)
Pondok pesantren di Tasikmalaya lockdown usai ratusan santri positif corona. Foto: kumparan
Salah satu pondok pesantren di Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, di-lockdown setelah 375 orang yang didominasi santri dinyatakan positif corona. Selama lockdown, akses jalan keluar dan menuju pondok pesantren ditutup sementara.
ADVERTISEMENT
"Saat ini sedang lokcdown, tidak ada keluar-masuk di pesantrennya. kalau di sekelilingnya bisa menjaga jarak dan dijaga selama 24 jam lokasi itu," ujar pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf, bersama tim Satgas Penanganan COVID-19 saat meninjau lokasi, Rabu (17/2).
Ponpes di Kota Tasikmalaya Lockdown, 375 Orang Mayoritas Santri Positif Corona (21491)
Pondok pesantren di Tasikmalaya lockdown usai ratusan santri positif corona. Foto: kumparan
Namun, lockdown hanya dilakukan di pesantren, bukan di area rumah di sekitarnya. Adapun ratusan orang yang terjangkit telah dipisahkan dan dibawa ke rumah sakit sentralistik pemerintah isolasi COVID-19.
"Karena di Hotel Crown dan Rumah Sakit Dewi Sartika sudah penuh. Jadi disisakan sekitar 100 pasien di ponpes itu untuk diisolasi," kata Yusuf.
Yusuf menegaskan, saat lockdown, pemerintah akan menanggung semua kebutuhan santri yang diisolasi. Termasuk menyediakan sembako dan alat mandi darurat.
ADVERTISEMENT
"Sementara untuk anggaran nanti yang di-lockdown besok kita bahas. Karena akan kita tanggung dan anggarannya, sudah disiapkan dari Kemendagri untuk refocusing anggaran," pungkas Yusuf.
Dalam tinjauannya ke lokasi, Yusuf didampingi Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Ari Sutrisno, Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)Kota Tasikmalaya, Uus Supangat.