Ponpes yang Pimpinannya Diduga Cabuli Santri Sudah Tak Beroperasi

15 Agustus 2022 20:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pencabulan sesama jenis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencabulan sesama jenis. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
20 santriwati (sebelumnya ditulis 13) diduga jadi korban pencabulan oleh seorang pimpinan pondok pesantren di Katapang, Kabupaten Bandung. Aksi pencabulan tersebut diduga terjadi pada tahun 2016 lalu. Kasus itu mencuat usai seorang korban berani angkat suara mengenai peristiwa yang dialaminya.
ADVERTISEMENT
Kuasa hukum dari seorang korban, Deky Rosdiana memastikan, para santri yang menjadi korban kini sudah tidak lagi tinggal di pondok pesantren (ponpes).
Bahkan, pondok pesantren yang sebelumnya dipimpin oleh pelaku sudah tak lagi beroperasi dan ada beberapa korban yang kini sudah menikah.
"Korban teman-teman sekobong. Semua sudah keluar dari pesantren. Pesantren dulu ada puluhan santri, sekarang sudah kosong," kata dia ketika dikonfirmasi pada Senin (15/8).
Sementara pelaku, sambung Deky, kini beralih ke pondok pesantren lain dan membuka praktik pengobatan.
Maka dari itu, dia menilai kasus itu harus diungkap ke publik karena dikhawatirkan ada korban lain atas aksi bejat yang dilakukan oleh pelaku.
"Kiai ini masih membuka praktik pengobatan, kita juga harus ditindak lanjuti kalau tidak akan terus menerus kejadiannya dan yang jadi korban santriwati," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya diberitakan, para santriwati itu tak berani untuk membantah perkataan pelaku. Pelaku bahkan menyebut bahwa ilmu yang dipelajari korban tak akan mendapat berkah apabila tak menuruti perkataan pelaku. Korban pun akhirnya tak bisa membantah dan menuruti perkataan pelaku.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020