Populer: Polisi Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon; Kata Kominfo soal Data Bocor

2 September 2022 7:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
 ilustrasi pencurian data pribadi secara online Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pencurian data pribadi secara online Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sejumlah peristiwa penting seperti Polisi Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon (1/9), hingga Kata Kominfo soal Data SIM Card Bocor , menjadi tren berita pada hari kemarin.
ADVERTISEMENT
Bagi kalian yang tidak sempat mengikuti perkembangan informasi pada waktu lalu, berikut kumparan telah merangkum sederet berita populer.

Putri ke Komnas Perempuan: Lebih Baik Mati

Putri Candrawathi saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Putri Candrawathi saat rekonstruksi di rumah dinasnya, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menjelaskan keengganan Putri Candrawathi melaporkan sejak awal dugaan peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Magelang, Jawa Tengah pada 7 Juli 2022.
Menurut Andy, salah satu faktornya lantara Putri malu dan takut terhadap ancaman yang diduga dari Brigadir Yosua. Oleh karena itu, Putri juga menyalahkan diri sendiri dan berkeinginan untuk mati.
"Dalam kasus ini posisi sebagai istri dari seorang petinggi Kepolisian pada usia menjelang 50 tahun, memiliki anak perempuan serta takut pada ancaman dan menyalahkan diri sendiri sehingga lebih baik mati, ini disampaikan berkali-kali," kata Andy saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Kamis (1/9).
ADVERTISEMENT

Brigjen Hendra Jadi Tersangka Obstruction of Justice Yosua

Karo Paminal Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Karo Paminal Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Tim Khusus (Timsus) Polri menetapkan 6 orang perwira sebagai tersangka obstruction of justice dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Keenam perwira itu yakni, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.
"Ya (sudah ditetapkan sebagai tersangka), sudah masuk ranah sidik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (1/9).

Polisi Suruh Wartawan Bicara dengan Pohon

Ilustrasi wartawan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wartawan. Foto: Shutter Stock
Polisi anggota Polsek Kembangan meminta maaf terkait aksinya menyuruh jurnalis berbicara dengan pohon. Aksi oknum anggota Polsek Kembangan itu sebelumnya viral di sosial media.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce bersama anggota Polsek Kembangan yang viral itu langsung menyambangi kantor jurnalis tersebut di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis (1/9).
ADVERTISEMENT
"Saya selaku Kapolres Metro Jakarta Barat ingin meluruskan atas kesalahpahaman yang terjadi oleh anggotanya, apa yang telah terjadi menjadi pelajaran berharga dan semakin meningkatkan hubungan sinergitas antara Polres Metro Jakarta Barat dengan media," ujar Pasma dalam keterangannya, Kamis (1/9).

Kata Kominfo soal 1,3 Miliar Data SIM Card Bocor

Menkominfo Johnny G. Plate memberikan keterangan pers terkait perkembangan pendaftaran PSE dalam lingkup privat di Kantor Kementerian Kominfo di Jakarta, Rabu (3/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkominfo Johnny G. Plate memberikan keterangan pers terkait perkembangan pendaftaran PSE dalam lingkup privat di Kantor Kementerian Kominfo di Jakarta, Rabu (3/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Miliaran data pendaftaran kartu SIM card diduga bocor dan dijual di pasar gelap. Data ini diduga berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo).
Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba membantah kebocoran data tersebut dari Kominfo.
"Bukan dari kita dan formatnya juga beda. Yang ngecek Pak Ismail (Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo)," kata Mira kepada wartawan di sela-sela acara Digital Economy Minister Meeting di Hotel Mulia, Nusa Dua, Badung, Bali.
ADVERTISEMENT

Sutradara Andibachtiar Yusuf Dikeluarkan dari IFDC

Sutradara Andibachtiar Yusuf. Foto: Instagram/@andibachtiar
zoom-in-whitePerbesar
Sutradara Andibachtiar Yusuf. Foto: Instagram/@andibachtiar
Sutradara Andibachtiar Yusuf alias Ucup dikeluarkan dari Indonesian Film Directors Club (IFDC) yang merupakan asosiasi sutradara film Indonesia. Mengenai Andibachtiar Yusuf dikeluarkan dari IFDC diketahui dari pernyataan yang diunggah di akun Instagram @ifdclub pada Kamis (1/9).
Dalam pernyataannya, IFDC menyatakan menolak segala bentuk kekerasan di ekosistem perfilman Indonesia. IFDC mengaku bersimpati dan berpihak pada korban. Mereka mendukung proses yang ditempuh oleh korban.
“Karena itu, setelah melakukan penilaian menyeluruh atas kasus kekerasan yang beredar melalui akun Instagram @juandini, kami menyatakan telah mengeluarkan saudara Andibachtiar Yusuf dari keanggotaan IFDC,” demikian bunyi pernyataan dari IFDC.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·