kumparan
News19 November 2019 16:26

PPATK Deteksi Aliran Dana Kelompok JAD: Sudah Banyak yang Dimatikan

Konten Redaksi kumparan
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
Aksi terorisme yang masih terjadi di Indonesia menjadi bukti dana ke kelompok teroris terus mengalir.
ADVERTISEMENT
Salah satu aksi teror yang belum lama terjadi ialah bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution, anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Medan.
Meski demikian, bukan berarti pemerintah tinggal diam terhadap aliran dana ke kelompok teroris tersebut. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mendeteksi sumbangan ke kelompok JAD. Bahkan PPATK sudah menyetop aliran dana itu dengan cara mematikan rekeningnya.
"(Aliran dana) yang dimatikan sudah banyak, tak mungkin cantumkan nama JAD dengan jelas. Jadi kadang-kadang ada yang sudah dimatikan tapi hidup lagi, yang penting kita terus semangat, jangan kalah sama semangat teroris, Mari sama-sama semangat memberantas. Kalau kita tahu (aliran dana ke JAD) akan ditutup," ujar Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, usai bertemu Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11).
ADVERTISEMENT
Kiagus menyatakan, pihaknya bukan menyetop aliran dana ke satu kelompok teroris saja seperti JAD, tetapi juga ke kelompok lain. Tetapi dalam praktiknya, kata Kiagus, PPATK kerap mendapatkan kesulitan lantaran modus yang digunakan kelompok teroris berubah-ubah.
Ilustrasi Rekening
Ilustrasi Rekening Foto: Thinkstock
"Macam-macam, teroris sekarang bahkan tidak hanya menerima dari dalam negeri, tapi juga terimanya di luar negeri, nanti baru dibagikan dari sana atau dibawa, banyak teknisnya," kata Kiagus.
Meski demikian, Kiagus menyatakan berbagai modus itu terus dipelajari agar aksi teror dapat ditekan dengan menyetop aliran dana.
"Yang namanya modus pencucian uang terus berkembang, kita terus pelajari dan lakukan upaya (untuk) atasi," tutupnya.
Sebelumnya pada Juli lalu, Densus 88 juga berhasil mengungkap aliran dana terhadap dalang atau master mind JAD, Saefullah alias Daniel, yang sembunyi di Kurasan, Afghanistan. Aliran dana JAD selama ini berasal dari simpatisan di 5 negara.
ADVERTISEMENT
Karopenmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, simpatisan JAD yang berada di 5 negara itu mengirim uang secara berkala kepada Saefullah. Uang tersebut selanjutnya dikirim ke JAD di Indonesia untuk pendanaan aksi.
“Simpatisan berada di Malaysia, Maldives (Maladewa), Jerman, Venezuela, Trinidad dan Tobago. Uang dikirim lewat Western Union,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan