PPKM Level 3, Tiga Candi di DIY-Jateng Akan Uji Coba Pembukaan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprotkan air saat membersihkan abu vulkanik erupsi gunung Merapi di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprotkan air saat membersihkan abu vulkanik erupsi gunung Merapi di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO

Pemerintah berencana melakukan uji coba pembukaan tempat pariwisata di daerah PPKM level 3. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, setidaknya ada 20 lokasi wisata yang akan uji coba pembukaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan platform PeduliLindungi.

Terkait hal ini, Corporate Secretary PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Emilia Eny Utari, mengatakan bahwa ada 3 candi di DIY dan Jateng yang direncanakan ikut uji coba pembukaan.

PPKM di Yogyakarta pekan ini turun menjadi level 3, sedangkan PPKM di Jateng level di sejumlah daerah berbeda, ada yang level 2 dan 3.

kumparan post embed

Untuk di Jateng ada dua candi, yaitu Candi Borobudur dan Prambanan. Sementara untuk DIY adalah Candi Ratu Boko. Namun, kapan uji coba akan dimulai, masih menunggu lampu hijau dari Kemenparekraf.

"Kita harus uji coba atau simulasi untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Masih menunggu barcode dari pusat," kata Emilia saat dihubungi wartawan, Rabu (8/9).

Petugas menyemprotkan desinfektan di candi Prambanan di Yogyakarta (17/3/2020). Foto: AGUNG SUPRIYANTO/AFP

Dia menjelaskan ketika simulasi penggunaan PeduliLindungi ini berjalan, baru akan diberikan izin pembukaan. Sehingga ketika ditanya kapan uji coba pembukaan diberlakukan, Emilia belum bisa memastikan. Saat ini, pihaknya telah mengajukan ke Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kemenkes.

"Belum tahu (kapan dibuka) kita belum dapat pasti karena masih menunggu barcode. Menunggu izin barcode dulu. Kita masih menunggu uji coba simulasi penggunaan aplikasi. Kami masih menunggu barcode dari pusat yang mengirimkan barcode dari Kemenkes," katanya.

Seorang warga membuka aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Tiga candi tersebut, menurut Emilia, juga telah memiliki sertifikat CHSE yaitu protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

"Kalau kami sudah standardisasi cukup bagus dan menjadi percontohan. Kalau untuk CHSE kita juga sudah memiliki. Semua destinasi dan semua fasilitas yang di bawah TWC sudah memiliki CHSE," jelas Emilia.

"Kita mempersiapkan di lapangan mudah-mudahan dalam waktu ini ada info barcode dan kita bisa mempersiapkan untuk uji coba," bebernya.

Corporate Secretary PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Emilia Eny Utari. Foto: TWC MEDIA

Jika kelak dilakukan uji coba pembukaan, kapasitas pengunjung tetap akan dibatasi sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Kita outdoor disesuaikan dengan kapasitas yang ada. Kita intinya ikut aturan pemerintah," pungkasnya.