Prabowo Dinilai Bisa Ajak Negara Lain Ikut Koalisi Kemanusiaan di KTT Yordania

10 Juni 2024 15:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menhan Prabowo pidato di IISS Shangri-La Dialogue, Singapura, 1 Juni 2024 Foto: Instagram/@prabowo
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo pidato di IISS Shangri-La Dialogue, Singapura, 1 Juni 2024 Foto: Instagram/@prabowo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Presiden Jokowi menugaskan Menhan sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) membahas Gaza yang digelar di Yordania, 11 Juni 2024 nanti. Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, menilai ada banyak hal yang bisa disampaikan Prabowo di KTT tersebut.
ADVERTISEMENT
Hikmahanto mengungkapkan, Prabowo sudah punya bekal dari Forum Shangri-La Dialogue yang digelar 1 Juni 2024 lalu di Singapura. Dalam acara itu, Prabowo sudah memaparkan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian dan juga menyiapkan rumah sakit untuk merawat korban konflik Gaza.
"Apa yang disampaikan oleh Menhan Prabowo adalah dalam rangka mewujudkan Koalisi Kemanusiaan atau Coalliton of Humanity, dan ini dapat menjadi tawaran Indonesia bagi negara-negara yang hadir di KTT Yordania," kata Hikmahanto dalam keterangannya, Senin (10/6).
Saat ini, menurut Hikmahanto, memang sudah banyak negara yang ikut mengecam tindakan Israel di Palestina, khususnya Gaza. Bahkan mahasiswa hingga masyarakat dari negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat juga ikut turun dalam isu ini.
"Tidak hanya negara yang berpenduduk mayoritas Islam, tapi juga negara-negara Eropa, bahkan masyarakat seperti mahasiswa di universitas-universitas ternama di AS. Hanya saja mereka masih mengecam, belum mengambil tindakan konkret," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sejumlah anak Palestina berada di antara puing-puing bangunan yang hancur usai serangan kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, Minggu (9/6/2024). Foto: Eyad BABA / AFP
Bahkan, menurutnya, PBB pun seolah tak berkutik karena terus dijegal oleh hak veto yang dimiliki oleh AS. Padahal negara-negara PBB sudah beberapa sepakat terkait konflik di Gaza ini.
"Pak Prabowo sudah berani menginisiasi tindakan konkret dan berani. Konkret karena pasukan militer Indonesia bisa di-deploy atau dikerahkan, kapan saja pada saat gencatan senjata disetujui," tutur Hikmahanto.
"Berani karena bila gencatan senjata terwujud, sewaktu-waktu bisa terjadi pelanggaran dan pasukan militer Indonesia berada di dalam situasi perang yang bisa mengancam nyawa pasukan Indonesia," lanjutnya.
Indonesia, kata Hikmahanto, juga siap membangun rumah sakit tentara untuk mengobati anak-anak Palestina dalam rangka kemanusiaan. Begitu pula dengan Universitas Pertahanan (Unhan) yang menyiapkan tempat untuk calon mahasiswa.
Sehingga meski Israel masih menggempur wilayah Palestina, penyiapan generasi muda Palestina bisa terus dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
"Jadi di KTT Yordania, Pak Prabowo bisa menyampaikan hal ini dan meminta negara-negara yang hadir untuk tergabung dalam Koalisi Kemanusiaan untuk menghadapi kekejaman Israel," tutupnya.