kumparan
21 Desember 2018 19:01

Prabowo: Ilmu Intel SBY Masih Tajam, Tahu Nasi Bakar Favorit Saya

Pertemuan Prabowo dan SBY, kediaman SBY
Pertemuan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY. (Foto: Abror Rizki dan Anung Anindito)
Capres Prabowo Subianto memuji ilmu intelijen Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggap masih tajam. Sebab, menurut Prabowo, SBY bisa mengetahui makanan favorit Prabowo, nasi bakar cakalang.
ADVERTISEMENT
"Kita dihidangkan nasi bakar cakalang, rupanya intel Pak SBY bagus, tahu bahwa itu salah satu favorit saya juga. Jadi, ilmu intelijennya masih tajam itu," kata Prabowo usai menggelar pertemuan tertutup dengan SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).
Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, keduanya membahas sejumlah topik termasuk strategi kampanye di Pemilu 2019 mendatang. Prabowo menyebut, ia sangat berterimakasih karena mendapat banyak masukan dari SBY.
Prabowo, SBY, Djoko Santoso, Fuad Bawazier, Rachmawati Soekarno Putri, Dahnil Simanjuntak, SBY, AHY dan Hinca Panjaitan, Kediaman SBY.
Prabowo, SBY, Djoko Santoso, Fuad Bawazier, Rachmawati Soekarno Putri, Dahnil Simanjuntak, SBY, AHY dan Hinca Panjaitan di Kediaman SBY. (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)
"Saya sangat berterimakasih sekali. Beliau ini senior saya dan kalau di korps, once a senior, always a senior. Beliau saya hormati, beliau sangat berpengalaman," lanjutnya.
Apalagi, Prabowo menilai, selama sepuluh tahun kepemimpinan SBY, kondisi Indonesia nyaris tanpa gejolak. Menurutnya, selama pemerintahan itu, rakyat Indonesia merasa nyaman.
ADVERTISEMENT
"Banyak yang harus saya pelajari dari beliau. Apalagi, sekarang tim beliau dihidupkan lagi, sekarang ada badan pemenangan nasional Prabowo-Sandi," tutur Prabowo.
Pertemuan SBY dan Prabowo berlangsung selama kurang lebih dua jam di kediaman SBY. Baik SBY maupun Prabowo didampini oleh para pengurus Gerindra maupun Demokrat. Mulai dari Agus Harimurti Yudhoyono, Hinca Pandjaitan hingga Rachmawati Soekarnoputri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan