Prabowo Ingin Bangun Sekolah Terintegrasi, Upaya Atasi Kemiskinan
5 November 2025 20:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
Prabowo Ingin Bangun Sekolah Terintegrasi, Upaya Atasi Kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih membahas sektor pendidikan. Salah satu yang dibahas yakni soal Sekolah Terintegrasi.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih membahas sektor pendidikan. Prabowo menilai peningkatan sektor pendidikan adalah upaya penting dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
ADVERTISEMENT
Arahan Prabowo tersebut disampaikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno. Dia menyebut, satu arahan Prabowo adalah untuk merancang konsep sekolah terintegrasi.
Sekolah dengan konsep ini berbeda dari program pendidikan yang dicanangkan pemerintah sebelumnya, Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda.
"Pak Presiden juga perintahkan untuk mulai memikirkan Sekolah Terintegrasi. Kalau Sekolah Rakyat yang dikawal Menteri Sosial dan Menko Pemas untuk desil 1 dan 2, lalu ada Sekolah Unggul Garuda, maka Sekolah Terintegrasi ini diproyeksikan menampung anak-anak dari keluarga desil 3, 4, 5, dan 6," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).
Pratikno mengungkapkan, Prabowo memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan sekolah terintegrasi yang akan ada di setiap kecamatan mulai jenjang SD, SMP, maupun SMA-SMK.
ADVERTISEMENT
“Jadi bukan hanya tentang science, technology, engineering, tapi juga math, matematika, tetapi juga Pak Presiden menambahkan art and sport. Oleh karena itu, tadi kita sampaikan STEM, beliau menyampaikan STEAMS. Jadi, science, technology, engineering, art dan juga math dan sport,” paparnya.
Masih di bidang pendidikan, Prabowo juga menegaskan pentingnya investasi dalam membangun kapasitas sumber daya manusia.
Perhatian Prabowo soal investasi itu disampaikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam kesempatan yang sama. Dia mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan lebih banyak pelatihan vokasi maupun balai pelatihan kerja untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja baik untuk dalam atau luar negeri.
“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” ucap Cak Imin.
ADVERTISEMENT
