Politik
·
1 September 2018 11:36

Prabowo Kritik Pemimpin Indonesia: Bicaranya Apa, Kerjanya Apa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Prabowo Kritik Pemimpin Indonesia: Bicaranya Apa, Kerjanya Apa (450500)
Prabowo Subianto mengenakan ikat kepala pemberian buruh, usai melakukan pendaftaran di Gedung KPU, Jakarta Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Bakal capres Prabowo Subianto menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Paradoks Indonesia yang digagas oleh Institute Madani Nusantara. Seminar itu ingin mengulas buku karya Prabowo yang berjudul Paradoks Indonesia: Negara Kaya, tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutanya, Prabowo menyampaikan pokok pemikirannya yang ia tuangkan dalam buku tersebut. Namun Prabowo juga banyak bercerita tentang apa yang dialaminya setelah menjadi capres. Ia mengaku, banyak nasihat-nasihat dari berbagai pihak yang ia dapat.
Seperti nasihat untuk berbicara lebih kalem di hadapan publik. Tetapi, Prabowo tak menggubris nasihat itu karena ia beranggapan masyarakat tidak puas jika seorang pemimpin berbicara terlalu kalem.
“Saya sebetulnya kalau ada TV bicaranya harus lebih kalem. Apalagi sekarang sudah terdaftar sebagai capres. Jadi sekarang banyak sekali penasihat. Pak, Bapak sekarang kalau bicara harus kalem Pak, jangan menggebu-gebu, jangan meledak-ledak, itu nasihat semua,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9).
“Mereka (rakyat) datang panas-panas, dari tempat yang jauh. Emak-emak apalagi, kemudian kita bicaranya kalem, nunggu saya dua jam, biasakan kalau tokoh-tokoh dari Jakarta bicaranya kalem ‘saudara-saudara sekalian, bapak-bapak yang saya hormati, melihat kondisi negara seperti sekarang, sepertinya kita harus prihatin dan waspada,” tambah Prabowo sambil menirukan pemimpin yang ia maksud.
ADVERTISEMENT
Prabowo menjelaskan, terdapat beberapa karakter dan ciri khas bangsa-bangsa di seluruh dunia. Dia mencontohkan seperti bangsa Tiongkok yang identik dengan karakter banyak bicara dan banyak bekerja. Lalu, ada bangsa Jepang yang sedikit bicara tapi banyak bekerja.
“Nah Indonesia tergolong apa yang mana? Orang lain bicara bangsa Indonesia aneh, bicaranya apa, kerjanya apa. Jadi bingung gitu lho, apalagi para pimpinannya, bicara apa kerjanya apa. Bukan saya yang bilang, tapi orang lain,” tegas Prabowo disambut sorak Prabowo Presiden oleh peserta seminar.
Prabowo Kritik Pemimpin Indonesia: Bicaranya Apa, Kerjanya Apa (450501)
Prabowo hadiri Seminar Nasional Paradoks Indonesia di Hotel Sahid, Sudirman, Sabtu (1/9/2018). (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya karena telah disediakan tempat untuk berbicara di hadapan para cendekiawan. Prabowo juga berterimakasih kepada para emak-emak yang telah hadir meramaikan acara seminar itu.
“Yang paling ditakuti adalah kalau cendikiawan atau agamawan itu kalau pemimpinnya adalah emak-emak, itu paling ditakuti. Itu sejarah semua bangsa, kalau emak-emak itu intelektual, dia punya suatu kemampuan untuk menilai dan menganalisa keadaan dengan baik tapi dia juga punya perasaan,” tutup Prabowo.
ADVERTISEMENT