kumparan
21 Agustus 2018 18:33

LSI: Prabowo-Sandi Gunakan Isu Ekonomi untuk Hadapi Jokowi-Ma'ruf

Lipsus, Perang Ludah Jokowi vs Prabowo, Joko Widodo, Gedung KPU
Joko Widodo memberikan sambutan kepada pendukungnya yang sudah menunggu di sekitar Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)
Presiden Joko Widodo tampaknya perlu mewaspadai serangan isu ekonomi yang dilancarkan kubu Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menilai, pasangan cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin hanya mampu meredam isu sentimen keislaman ketimbang ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Soal isu ekonomi ya, ini yang harus diwaspadai. Mengapa? Karena sebetulnya Kiai Ma'ruf hanya menutup isu keislaman tapi tidak mampu menutup kelemahan Pak Jokowi yang lain," kata Adjie di Gedung LSI, Jakarta Timur, Selasa (21/8).
Isu ekonomi menjadi isu sensitif yang dihembuskan kubu lawan untuk melemahkan Jokowi di Pilpres 2019. Seperti sulitnya lapangan kerja, hingga melambungnya harga kebutuhan pokok. Selain itu, Adjie juga menyoroti isu tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.
"Isu ekonomi yang utama yang sensitif terkait dua hal, satu lapangan pekerjaan, dua harga harga kebutuhan pokok yang mahal, beban hidup, ini jadi isu utama," ungkapnya.
'Ini juga bisa dikaitkan dengan sentimen keumatan karena lapangan kerja terkait isu tenaga kerja asing yang bisa mengganggu concern Pak Jokowi terhadap isu ekonomi," kata Adjie menambahkan.
 Melihat Kantin TKA dan TKI di PT IMIP
Tenaga kerja asing di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Selasa (7/8). (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Adjie berpendapat, isu agama tidak akan terlalu signifikan dipakai pada pilpres nanti. Berbeda dengan isu ekonomi, kubu Prabowo-Sandi akan memanfaatkan isu tersebut untuk menumbangkan Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Menurut saya isu ekonomi isu yang akan dielaborasi secara penuh oleh pasangan Prabowo-Sandi ketika berhadapan dengan Pak Jokowi. Kalau isu keislaman menurut saya akan selesai dan lebih banyak ditentukan oleh tokoh-tokoh umat," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan