kumparan
22 Feb 2019 22:11 WIB

Prabowo Sedih Ada Orangtua Gantung Diri karena Tak Bisa Beri Makan

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Capres Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan kondisi ekonomi di Indonesia. Bahkan, ia mengaku sedih karena ada orangtua yang bunuh diri karena tidak mampu membelikan makan keluarganya.
ADVERTISEMENT
"Saya merasa terpukul kalau ada orangtua gantung diri karena tidak mampu memberikan makanan," kata Prabowo saat bersilaturahmi dengan warga Tionghoa di Medan, Sumatera Utara, Jumat (22/2).
Ia juga menyebut akan mewujudkan swasembada pangan jika terpilih menjadi presiden nantinya. Melalui swasembada itu, ia berharap bisa menyelesaikan masalah kebutuhan pangan dan harga pokok di Indonesia.
"Kita ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa makan. Untuk apa merdeka kalau ada rakyat kita susah dan kelaparan?" imbuh Prabowo.
Capres nomor 02 Prabowo Subianto tiba di acara ramah-tamah dengan pengusaha dan warga Tionghoa di Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
"Saya berjuang jadi tentara, kalau saya melihat masyarakat kelaparan, saya tidak terima," pungkasnya.
Prabowo bertemu dengan ribuan pengusaha dan warga Tionghoa di Selecta Royal Ballroom Building Medan. Sejak pukul 18.00 WIB, ribuan masyarakat Tionghoa tanpa henti memadati acara yang bertemakan silaturahmi dan ramah tamah dengan Prabowo.
ADVERTISEMENT
Ketua Panitia, Harti Hartija, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Prabowo bertemu dengan pengusaha dan warga Tionghoa di Medan. Harti mengaku sangat menantikan visi dan misi yang disampaikan Prabowo.
"Kami sangat berharap mendapat pencerdasan dari visi dan misi Pak Prabowo, kami doakan semoga bapak menjadi presiden Indonesia 2019-2024," kata Harti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan