kumparan
19 Mei 2019 16:30

Prabowo Ungguli Jokowi di Sulsel, tapi Saksi 02 Tolak Teken Rekap

Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan
Ketua KPU Arief Budiman (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Bawaslu Abhan (kanan) di sela Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin takluk dari pasangan 02 Prabowo-Sandi di Sulawesi Selatan. Hasil itu diketahui dari laporan Ketua KPU Sulsel, Misnah M Attas, dalam dalam rapat pleno rekapitulasi suara di Kantor KPU hari ini.
ADVERTISEMENT
"Pasangan capres cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, 2.117.591 (42,98 persen). Pasangan capres cawapres 02 Prabowo-Sandi 2.809.393 (57,02 persen)," kata Misnah di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (19/5)
Dengan begitu, selisih suara Prabowo atas Jokowi adalah 691.802. Jumlah keseluruhan DPT, DPTb, dan DPK di Sulawesi Selatan adalah 6.425.545. Namun, yang menggunakan hak pilih 5.025.189.
Jumlah seluruh suara sah dalam pilpres di Sulsel adalah 4.926.984, jumlah suara tidak sah sebanyak 98. 205. "Jumlah suara sah dan suara tidak sah 5.025.189," tutup Misnah.
Pleno lanjutan rekapitulasi suara di kantor KPU RI
Pleno lanjutan rekapitulasi suara di kantor KPU RI. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Hasil itu direspons positif oleh saksi 01, meski jagoan mereka kalah. Paslon Jokowi-Amin mengaku tak memiliki catatan apapun terkait hasil itu.
"Catatan keberatan tidak ada, laporan saksi kami juga tidak ada. Dengan demikian kami menerima tanpa catatan," kata I Gusti Putu Artha, dalam rapat di kantor KPU Jakarta, Minnggu (19/5)..
ADVERTISEMENT
Sementara itu saksi 02 Aziz Subekti memberi catatan pada hasil pemilu Sulsel itu. Awalnya, ia bertanya pada KPU mengapa rekapitulasi suara di Sulsel berjalan alot.
"Mungkin ada yang bisa dijelaskan pada kami bagaimana rekap itu berbelit-belit dan alot. Kan kalau rekap itu dijalankan dengan baik kan mestinya tidak alot," kata Aziz.
Untuk Bawaslu, Aziz pun memberi catatan, soal penggunaan form C-6 (undangan memilih) yang tidak berhak di beberapa daerah di Sulawesi Selatan.
KONTEN SPESIAL PETUGAS KPPS MENINGGAL
Formulir C-6 milik Tutung Suryadi. Foto: Farida Yulistiana/kumparan
"Ada pergeseran suara sehingga kami meminta kepada KPU Kab Gowa agar berkomunikasi dengan panwas kabupaten untuk membicarakan tersebut. Upaya yang kami lakukan termasuk yang terakhir di Makassar harus membuka kembali DAA 1 plano semata-mata untuk menjaga kemurnian suara rakyat. Di Makassar dilakukan pembukaan kembali DAA 1 plano untuk tiga kelurahan," jelas Misnah.
ADVERTISEMENT
Untuk pertanyaan Bawaslu, Ketua Bawaslu Laode Arumahi, menjelaskan semua temuan itu sudah diproses oleh panwas di daerah. "Penggunaan C-6 tadi, ini kita proses semua di Toraja, Selayar, di Palopo dan lain-lain itu kita proses. Sekarang sudah tahap penyidikan," sebut Laode.
Namun demikian, dengan penjelasan itu, saksi 02 tetap enggan mengakui hasil pemilu presiden di Sulsel. "Mohon maaf pimpinan, kami tidak akan menandatangani," ucap Aziz.
Walaupun saksi Prabowo-Sandi tak mengakui, hasil itu tetap diketuk oleh pimpinan pleno komisioner KPU Wahyu Setiawan.
"Baik, dengan begitu hasil pilpres 2109 kita nyatakan sah," ucap Wahyu.
Berikut hasil Pilpres di 29 provinsi sebelumnya yang telah direkapitulasi oleh KPU:
1. Provinsi Bali
Paslon 01: 2.351.057 suara
ADVERTISEMENT
Paslon 02: 213.415 suara
2. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Paslon 01: 495.729 suara
Paslon 02: 288.235 suara
3. Provinsi Kalimantan Utara
Paslon 01: 248.239 suara
Paslon 02: 106.162 suara
4. Provinsi Kalimantan Tengah
Paslon 01: 830.948 suara
Paslon 02: 537.138 suara
5. Provinsi Gorontalo
Paslon 01: 369.803 suara
Paslon 02: 345.129 suara
6. Provinsi Bengkulu
Paslon 01: 583.488 suara
Paslon 02: 585.999 suara
7. Provinsi Kalimantan Selatan
Paslon 01: 823.939 suara
Paslon 02: 1.470.163 suara
8. Provinsi Kalimantan Barat
Paslon 01 : 1.709.896 suara
Paslon 02 : 1.263.757 suara
9. Provinsi Sulawesi Barat
Paslon 01 : 475.312 suara
Paslon 02 : 263.620 suara
10. Provinsi DIY
Paslon 01 : 1.655.174 suara
ADVERTISEMENT
Paslon 02 : 742.481 suara
11. Provinsi Kaltim
Paslon 01: 1.094.845 suara
Paslon 02: 870.443 suara
12. Provinsi Lampung
Paslon 01: 2.853.585 suara
Paslon 02 : 1.955.689 suara
13. Provinsi Maluku Utara
Paslon 01 : 310.548 suara
Paslon 02 : 344.823 suara
14. Provinsi Sulawesi Utara
Paslon 01 : 1.220.524 suara
Paslon 02 : 359.685 suara
15. Provinsi Jambi
Paslon 01 : 859.833 suara
Paslon 02 : 1.203.025 suara
16. Provinsi Sulawesi Tengah
Paslon 01: 914.588 suara
Paslon 02 : 706.654 suara
17. Provinsi Jawa Timur
Paslon 01 : 16.231.668 suara
Paslon 02 : 8.441.247 suara
18. NTT
Paslon 01: 2.368.982 suara
Paslon 02: 305.587 suara
ADVERTISEMENT
19. Provinsi Sumatera Selatan
Paslon 01 : 1.942.987 suara
Paslon 02 : 2.877.781 suara
20. Provinsi Sulawesi Tenggara
Paslon 01 : 555.664 suara
Paslon 02 : 842.117 suara
21. Provinsi Sumatera Barat
Paslon 01 : 407.761 suara
Paslon 02 : 2.488.733 suara
22. Provinsi Jawa Tengah
Paslon 01 : 16.825.511 suara
Paslon 02 : 4.944.447 suara
23. Provinsi Kepulauan Riau
Paslon 01 : 550.692 suara
Paslon 02 : 465.511 suara
24. Provinsi Banten
Paslon 01 : 2.537.524 suara
Paslon 02 : 4.059.514 suara
25. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Paslon 01 : 951.242 suara
Paslon 02 : 2.011.319 suara
26. Provinsi Aceh
Paslon 01 : 404.188 suara
ADVERTISEMENT
Paslon 02: 2.400.746 suara
27. Provinsi Jawa Barat
Paslon 01 : 10.750.568 suara
Paslon 02 : 16.077.446 suara
28. Provinsi Papua Barat
Paslon 01 : 508.997 suara
Paslon 02 : 128.732 suara
29. Provinsi DKI
Paslon 01 : 3.279.547 suara
Paslon 02 : 3.066.137 suara
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan