Pram Siaga Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta: Mitigasi Bencana Penting

4 Desember 2025 13:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pram Siaga Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta: Mitigasi Bencana Penting
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapsiagaan pemerintah provinsi dalam menghadapi banjir rob yang tengah terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara.
kumparanNEWS
Sejumlah warga melintasi genangan air akibat banjir rob yang melanda kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga melintasi genangan air akibat banjir rob yang melanda kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menegaskan kesiapsiagaan pemerintah provinsi dalam menghadapi banjir rob yang tengah terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
Ia menyebutkan, gelombang pasang telah diprediksi sejak beberapa hari sebelumnya dan puncaknya akan terjadi pada Jumat, 5 Desember pukul 09.00 WIB.
“Seperti sekarang ini, hari ini tanggal 4, dari kemarin saya sudah mendapatkan data dan sudah menyampaikan ke publik bahwa banjir rob akan terjadi, dan terjadi hari ini. Puncak banjir rob itu besok tanggal 5 jam 09.00 pagi,” ujar Pramono di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan
Ia mengatakan, telah meminta Dinas Sumber Daya Air dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi terutama di wilayah yang kerap terdampak rob seperti Muara Angke, Marunda, dan kawasan pesisir lainnya.
“Mitigasi bencana ini menjadi penting,” tegasnya.
Pramono juga menjelaskan bahwa potensi banjir tidak hanya terjadi pada awal Desember. Pemerintah memperkirakan periode risiko berlanjut hingga minggu ketiga Desember dan kembali meningkat pada Januari, saat curah hujan diprediksi sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
“Kalau Januari, berkaitan dengan dua hal. Curah hujan tinggi, bahkan ada satu waktu yang hampir sampai 300 [mm]. Menurut saya tinggi banget,” ucap dia.
Sejumlah warga beraktivitas di atas genangan air akibat banjir rob yang melanda kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan pelaksanaan modifikasi cuaca bekerja sama dengan pemerintah pusat.
“Saya sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca. Enggak bisa enggak. Kita harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, jangan hanya di Jakarta, tetapi juga di Bekasi dan Tangerang,” ujarnya.
Pramono menambahkan, kerja sama intens antara Pemprov Jakarta, BPBD, BNPB, dan BMKG berperan penting dalam pengaturan cuaca yang berdampak pada penurunan curah hujan saat rob tengah naik.
“Contoh, hari ini, ini sebenarnya kalau enggak ada pengaturan hujan karena robnya lagi naik dan puncak rob itu besok pagi, pasti banjirnya lebih parah,” katanya.
Sejumlah anak-anak bermain di atas genangan air akibat banjir rob yang melanda kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ia menyebut kondisi mendung gelap yang tiba-tiba berubah cerah merupakan hasil modifikasi cuaca yang dilakukan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Jakarta juga menyiapkan lebih dari 600 pompa untuk mengantisipasi genangan, termasuk di titik rawan seperti Muara Angke.
“Desember sampai Januari memang kami akan lakukan modifikasi cuaca dan penyiapan pompa. Ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke. Bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kita siapkan untuk mengatasi itu,” ujar Pramono.