Pramono Undang Kepala Daerah Depok-Bogor, Bahas Perluasan Transjabodetabek
29 Oktober 2025 12:48 WIB
·
waktu baca 3 menit
Pramono Undang Kepala Daerah Depok-Bogor, Bahas Perluasan Transjabodetabek
Pram juga membahas feeder seperti Mikrotrans dan Jaklingko jadi angkutan utama di daerah penyangga hingga TOD.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar rapat koordinasi dengan para kepala daerah di wilayah Jabodetabek. Rapat itu untuk membahas sistem transportasi terintegrasi lintas daerah.
ADVERTISEMENT
Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi dan perencanaan pengembangan Transjabodetabek yang telah beroperasi.
“Bagaimana pun untuk mengatasi persoalan transportasi di Jakarta, tidak bisa sendirian. Harus bersama-sama dengan daerah-daerah yang ada, terutama Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan,” ujar Pramono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).
Pramono menjelaskan, rapat tersebut membahas dua hal utama. Pertama, evaluasi terhadap Transjabodetabek yang sudah dibuka di enam jalur, sekaligus membahas kemungkinan perluasan atau pengembangan rute baru.
“Yang pertama adalah bagaimana Transjabodetabek yang sudah dibuka di 6 jalur, 6 rute itu, apakah perlu pengembangan atau cukup? Itu yang pertama,” ucapnya.
Kedua, Pemprov DKI bersama pemerintah daerah sekitar akan memperkuat koordinasi agar sistem transportasi antarkota berjalan seimbang.
ADVERTISEMENT
“Dan yang berikutnya juga yang akan kami koordinasikan adalah mengatur mengenai sistem transportasi yang terintegrasi tadi. Jangan sampai kemudian di satu wilayah teratasi, tetapi di wilayah lain malah menimbulkan kemacetan baru,” kata Pramono.
Pramono menyebut pemerintah daerah masih fokus pada penyempurnaan layanan di wilayah DKI. Tapi, dalam jangka panjang, konsep pengembangan justru akan diarahkan ke luar Jakarta untuk mendukung mobilitas warga di daerah penyangga.
“Mengenai Transjabodetabek dan feeder, nanti dalam jangka panjang yang sebenarnya Mikrotrans atau Jaklingko Itu lebih dibutuhkan di luar-luar Jakarta sebenarnya. Tetapi itu nanti mungkin 5 tahun ke depan,” jelas Pramono.
“Nah yang sekarang ini yang kita lakukan adalah untuk Mikrotrans atau Jaklingko tetap seperti sekarang, tetapi harus dilakukan penyempurnaan,” ujarnya.
Selain Transjabodetabek, Pram juga menyinggung soal pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah titik. Ia menegaskan pengembangan kawasan berbasis transportasi itu akan dilakukan oleh dua pihak, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan MRT Jakarta.
ADVERTISEMENT
“Nah cara-cara berpikirnya seperti itulah yang kemudian akan dilakukan bersama termasuk pengembangan TOD, Transit Oriented Development itu ada dua. Satu yang dikembangkan oleh pemerintah DKI Jakarta, satu yang dikembangkan oleh MRT,” tutur Pram.
“Seperti Blok M, kemudian nanti Dukuh Atas, Bundaran HI. Walaupun prinsipnya, manajemennya tetap dari pemerintah DKI tapi pelaksanaan di lapangannya adalah dari MRT. Dan ini tahun depan segera akan kita mulai mudah-mudahan secara nyata segera bisa dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.
Sejauh ini ada 6 rute Transjabodetabek yang sudah beroperasi. Transjabodetabek ini menghubungkan Jakarta dengan berbagai daerah penyangga. Berikut rutenya:
ADVERTISEMENT
