News
·
22 November 2020 23:50

Prancis Kini Punya Hotline Konsultasi Agar Warganya Tak Lakukan Pemerkosaan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Prancis Kini Punya Hotline Konsultasi Agar Warganya Tak Lakukan Pemerkosaan (50053)
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Prancis membuat terobosan baru terhadap masyarakat yang berpotensi melakukan tindak kejahatan seksual. Kini mereka bisa meminta bantuan dan saran terhadap ahli kesehatan mental.
ADVERTISEMENT
Mereka bisa menghubungi sebuah nomor hotline di 08 06 23 10 63 jika dia merasa akan melakukan tindakan pelecehan seksual atau pemerkosaan. Hotline ini diharapkan bisa mencegah kejahatan seksual terhadap anak-anak maupun orang dewasa.
Nomor hotline tersebut sudah diujicobakan sejak November 2019 di tujuh daerah di Prancis, yaitu Occitanie, Centre-Val de Loire, Paca, Auvergne-Rhône-Alpes, Nouvelle Aquitaine, Ile-de-France, dan Grand Est.
Setelah uji coba berhasil, nomor hotline tersebut akan tersedia di seluruh Prancis mulai 23 November 2020.
Prancis Kini Punya Hotline Konsultasi Agar Warganya Tak Lakukan Pemerkosaan (50054)
Iklan hotline bantuan untuk pelaku kejahatan seksual di Prancis. Foto: Dok. Istimewa
Para ahli kesehatan mental bersiap siaga menjawab telepon di ujung sambungan jika hotline tersebut berdering. Pakar-pakar tersebut adalah mereka yang bekerja untuk Centre ressources pour les intervenants auprès des auteurs de violences sexuelles (Criavs), yaitu badan yang menangani masalah kejahatan seksual yang berdiri di bawah Kementerian Kesehatan Prancis.
ADVERTISEMENT
Criavs melakukan tindakan pencegahan, penelitian, pelatihan, dokumentasi, dan koordinasi jaringan layanan.
Konsultasi yang disediakan tidak berbayar alias gratis. Selain itu, warga juga tidak perlu khawatir karena identitas penelepon akan terjamin kerahasiaannya.
Sejak nomor hotline ini diluncurkan, sudah ada lebih dari 200 orang yang menelepon karena merasa khawatir mereka berpotensi melakukan kejahatan seksual.
Prancis Kini Punya Hotline Konsultasi Agar Warganya Tak Lakukan Pemerkosaan (50055)
Ilustrasi pelecehan seksual di transportasi umum. Foto: Shutter Stock
Ketika seseorang menelepon hotline tersebut, pertama-tama mereka akan berbicara dengan seorang resepsionis. Setelah itu penelepon akan disambungkan ke psikolog, psikiater, atau perawat sesuai dengan kondisinya.
Selanjutnya, mereka akan dirujuk ke jaringan layanan kesehatan yang tersedia di daerah mereka untuk tindakan lanjutan.
Sebenarnya, Prancis bukanlah negara di Eropa yang pertama yang memiliki hotline tersebut. Inggris telah memiliki sistem ini sejak 2002, sementara di Jerman sudah ada sejak 2005.
ADVERTISEMENT
Bagaimana menurutmu? Apakah Indonesia memerlukan hotline seperti ini juga?

Laporan kontributor kumparan Jerman Daniel Chrisendo