News
·
11 November 2020 23:19

Prancis Kutuk Ledakan di Jeddah, Minta Arab Saudi Beri Penjelasan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Prancis Kutuk Ledakan di Jeddah, Minta Arab Saudi Beri Penjelasan (51869)
Polisi Saudi menutup jalan yang mengarah ke pemakaman non-Muslim di kota Jeddah, Arab usai ledakan saat peringatan Perang Dunia I yang dihadiri oleh para diplomat Eropa. Foto: AFP
Pemerintah Prancis mengecam peristiwa ledakan di Jeddah pada Rabu (11/11). Ledakan itu terjadi saat perayaan berakhirnya Perang Dunia I yang diselenggarakan Konsulat Prancis di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Kementerian Luar Negeri Prancis mengutuk keras ledakan itu. Sejauh ini, empat orang dilaporkan mengalami luka.
"Kedutaan besar yang terlibat dalam upacara peringatan mengutuk serangan pengecut ini yang sama sekali tidak bisa dibenarkan," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis dikutip dari Reuters, Rabu (11/11).
"Otoritas Saudi harus menjelaskan sebanyak mungkin tentang serangan ini. Mereka harus mengidentifikasi dan memburu para pelakunya," tambah Kemenlu Prancis.
Meski begitu, saat ini situasi di Jeddah dilaporkan mulai kondusif. Sementara sekitar pemakaman non-Muslim sudah dijaga ketat oleh aparat keamanan.
Kemudian jalan di sekitar pemakaman beroperasi normal. Sesaat usai ledakan, beberapa jalur menuju lokasi kejadian sempat ditutup.
Otoritas Arab Saudi belum memberikan keterangan lanjut soal ledakan di Jeddah. Mereka memastikan investigasi masih berlangsung.
ADVERTISEMENT

Imbauan KJRI Jeddah

Sementara, KJRI Jeddah menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
"KJRI Jeddah mengimbau seluruh WNI di wilayah kerja KJRI Jeddah untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan terutama di tempat umum dan kerumunan massa seperti pusat perbelanjaan dan pasar. Diharapkan WNI selalu memantau informasi resmi dari Otoritas setempat dan Perwakilan RI di Arab Saudi," tulis KJRI Jeddah di akun Instagramnya.