Prancis Sarankan Bentuk Blok Baru bagi Negara yang Ingin Gabung Uni Eropa

24 Mei 2022 20:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Prancis Sarankan Bentuk Blok Baru bagi Negara yang Ingin Gabung Uni Eropa (7340)
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Uni Eropa. Foto: REUTERS/Yves Herman
ADVERTISEMENT
Menteri untuk Urusan Eropa Prancis, Clement Beaune, mengatakan akan membutuhkan 15-20 tahun bagi Ukraina untuk bisa bergabung dengan Uni Eropa (UE).
ADVERTISEMENT
Prancis pun menyarankan inisiatif untuk Ukraina dan negara lain yang ingin bergabung dengan UE, agar membentuk blok baru terlebih dahulu. Selain Ukraina beberapa negara Eropa juga menginginkan gabung Uni Eropa.
"Kami tahu dengan jujur bahwa itu membutuhkan waktu dan saat ini kami tidak bisa membiarkan diri kami hanya menunggu. Kami harus memelihara harapan Eropa," kata Beaune pada Selasa (24/5/2022), dikutip dari Reuters.
Beaune mengatakan, langkah yang perlu diambil dalam waktu dekat adalah dengan melakukan pembahasan inisiatif itu dengan para mitra Eropa. Inisiatif tersebut bisa digunakan oleh negara mana pun yang menginginkan hubungan lebih dekat dan mematuhi nilai-nilai inti UE.
Mereka akan bisa bekerja sama di sejumlah bidang seperti kerja sama politik dan keamanan, kerja sama energi, transportasi, investasi infrastruktur, atau sirkulasi orang.
Prancis Sarankan Bentuk Blok Baru bagi Negara yang Ingin Gabung Uni Eropa (7341)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat menghadiri konferensi pers, di Kiev, Ukraina, Jumat (8/4/2022). Foto: Janis Laizans/REUTERS
Sejumlah negara anggota UE menanggapi inisiatif Prancis dengan hati-hati. Sebab, inisiatif tersebut belum menyertakan rincian yang meyakinkan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebagai badan eksekutif UE, Komisi Eropa akan memberikan pendapatnya tentang permintaan keanggotaan Ukraina pada Juni mendatang.
Namun, Komisi Eropa menekankan, bahkan jika permintaan itu disetujui, prosesnya akan membutuhkan waktu beberapa tahun dan dapat diveto oleh negara anggota.
Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik, Olga Stefanishyna, mengaku telah diyakinkan oleh Beaune, inisiatif Prancis tidak akan mempengaruhi pencalonan Kiev.
"Saya yakin bahwa Ukraina akan menjadi bagian dari Uni Eropa," kata Beaune.
Meskipun begitu, Kiev menyatakan keprihatinannya atas inisiatif tersebut.
Penulis: Sekar Ayu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020