News
·
11 Juni 2021 15:25
·
waktu baca 2 menit

Premanisme dan Pungli Kejahatan Terorganisir, Kapolri Harus Konsisten

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Premanisme dan Pungli Kejahatan Terorganisir, Kapolri Harus Konsisten (108285)
Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Ahli Psikologi Forensik dan Kriminolog, Reza Indragiri, ikut memberikan tanggapan terkait maraknya kasus pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
Bahkan Presiden Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengurus masalah ini. Jokowi tidak ingin masalah ini terus terjadi.
Kapolri langsung bergerak cepat usai menerima perintah itu. Dalam kurun 24 jam, 42 orang langsung di tangkap. Menyikapi ini, Reza memberikan apresiasi kepada Listyo Sigit.
"Bagus, angkat topi kita atas kesigapan Kapolri," kata Reza dalam keterangannya, Jumat (11/6).
Meski begitu, Reza memberikan sedikit catatan. Menurutnya, atensi dari pejabat selevel presiden sebenarnya tidak hanya terarah ke satu kotamadya. Sebab tidak sulit sebenarnya untuk melihat tindakan premanisme dan pungli berlangsung di mana-mana dengan skala yang berbeda.
"Teringat oleh saya pada Jenderal Sutanto. Beberapa bulan setelah dilantik sebagai Kapolri, Sutanto yang dikenal sebagai polisi antijudi dan antipreman langsung melakukan pembersihan terhadap kantong-kantong preman. Tidak hanya di satu dua daerah tingkat dua, tapi di banyak tempat se-Indonesia," ucap Reza.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Reza juga teringat dengan pernyataan mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Syafruddin. Syafruddin kala itu mengatakan membersihkan street crime adalah perkara mudah.
"Tapi faktanya, memang tidak mudah menyapu bersih premanisme dan palakisme sebagai street crime," kata Reza.
"Kesulitan itu tampaknya dikarenakan premanisme tidak lagi aksi jahat individu per individu. Tapi boleh jadi sudah menyerupai atau bahkan menjelma sebagai kejahatan terorganisir," tambahnya.
Premanisme dan Pungli Kejahatan Terorganisir, Kapolri Harus Konsisten (108286)
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock
Oleh sebab itu, Reza mengatakan dengan adanya pemikiran seperti itu, penting untuk menelusuri apakah ada eksekutor atau mungkin apakah ada bos dalam tindak pidana ini.
"Bahkan mungkin adakah pelindungnya yang bekerja sebagai oknum aparat," kata Reza.

Reza Indragiri Minta Polri Konsisten Tindak Pidana Premanisme

Reza Indragiri juga meminta Kapolri agar konsisten memberantas kasus premanisme. Ia menilai tindak pidana ini merupakan kejahatan terorganisir.
ADVERTISEMENT
"Konsistensi dan perlunya mindset sekaligus framework bahwa premanisme mungkin perlu ditangani laiknya kejahatan terorganisasi," kata Reza.
"Konsekuensinya, tidak cukup reskrim yang bekerja di lapangan. Unit intel juga perlu memperluas endusannya. Bahkan unit internal pun patut mengecek ada tidaknya personel yang nakal di balik premanisme itu," lanjut dia.
Premanisme dan Pungli Kejahatan Terorganisir, Kapolri Harus Konsisten (108287)
Kapolri Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo saat kunjungan di Blora, Sabtu (5/6). Foto: ANTARA/ HO-Humas Polda Jateng
Lebih lanjut, Reza juga meminta Kapolri untuk menangani tindak pidana premanisme tidak hanya di Jakarta tetapi di daerah lain di Indonesia.
"Efek getar sekaligus efek jera baru muncul kalau unsur keajegan juga terealisasi. Jadi, kecepatan dalam menindak premanisme dan palakisme harus dijaga konsistensinya. Tidak hanya di Jakarta Utara. Tidak hanya kali ini. Dan, tentu saja, tidak hanya berdasarkan telepon Presiden," tutup dia.
ADVERTISEMENT