Pria asal Gowa Ditemukan Selamat usai Terapung Selama 10 Hari di Selat Makassar

18 Agustus 2022 15:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Basarnas di Selat Makassar.  Foto: Basarnas/HO/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Basarnas di Selat Makassar. Foto: Basarnas/HO/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Seorang warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Muh Daeng Riboko (30), ditemukan terombang-ambing terapung di lautan Selat Makassar. Dia dikabarkan hendak ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Korban terapung di laut setelah rakit yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang tinggi. Beruntung, korban ditemukan oleh Kapal Motor (KM) STB 14 yang berlayar di sekitar lokasi kejadian.
"Kami juga baru dapat informasinya, kalau ada warga yang ditemukan mengapung di laut Selat Makassar. Tapi, korban kondisi selamat," kata Komandan Basarnas Pos Kota Parepare, Dadang kepada kumparan, Kamis (18/8).
Berdasarkan data awal, Muh Daeng Riboko merupakan warga Gowa. Dia berangkat ke Kalimantan mengenakan kapal rakit lewat Pelabuhan Parepare. Rencananya ia hendak mencari pekerjaan di sana.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tapi di tengah perjalanan, cuaca tiba-tiba buruk. Hujan deras disertai angin kencang. Kapal rakit yang ditumpanginya seorang diri pun terbalik. Dia juga sempat terjatuh ke laut. Beruntung, pria itu masih sempat menggapai rakitnya, sehingga ia bertahan hidup di atas rakitnya yang sudah terbalik.
ADVERTISEMENT
"Berdasarkan pengakuan awal, korban ini sudah terapung selama 10 hari," ucapnya.
Kapal Motor (KM) STB 14 yang melintas di lokasi melihat korban, sehingga langsung menolongnya. Korban dievakuasi ke atas kapal untuk diberikan pertolongan. Lalu ia dibawa ke Kalimantan Selatan (Kalsel) yang merupakan stasiun pantai terdekat.
"Korban dalam keadaan lemas. Sebagian kulitnya terluka lecet karena terkikis air laut dan gesekan dari rakit yang dinaikinya," bebernya.
Dadang mengatakan, saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Tim Basarnas Kalimantan Selatan untuk mencari tahu keberadaan dan keadaan korban sendiri. Sementara, pihak keluarga belum ada yang bisa dihubungi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·