Pria di Jepara Bunuh TKW: Mayat Dibungkus Tas Laundry, Dibuang ke Perkebunan

31 Oktober 2022 16:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jumpa pers kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan dalam tas laundry di area perkebunan di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara. Foto: Dok. Polres Jepara
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan dalam tas laundry di area perkebunan di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara. Foto: Dok. Polres Jepara
ADVERTISEMENT
Polisi menangkap pria bernama Nova Andika (29) atas kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial K (38). Jasad wanita itu disimpan dalam tas laundry, lalu dibuang ke area perkebunan di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara, Jawa Tengah, Jumat (28/10).
ADVERTISEMENT
Kapolres Jepara, AKBP Warsono mengatakan, pelaku ditangkap kurang dari 24 jam usai mayat ditemukan. Korban merupakan warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara.
"Alhamdulilah tidak sampai 1x24 jam Polres Jepara berhasil mengungkap perkara terkait dengan penemuan mayat perempuan dalam karung di area perkebunan di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri, Jepara," kata Warsono di Mapolres Jepara, Senin (31/10).
Warsono menuturkan, kasus ini berawal saat keluarga tidak mendapat kabar atas keberadaan korban setelah pamit pergi pada 23 Oktober 2022 lalu. Keluarga lalu melapor ke polisi.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku awalnya meminjam uang korban pada bulan Mei 2022. Untuk diketahui, pelaku dan korban sebelumnya sudah berkenalan di media sosial.
"Tersangka berkenalan dengan korban melalui Facebook, kemudian tersangka meminjam uang dengan nominal tertentu kepada korban. Tersangka berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada saat korban pulang dari Singapura, karena korban adalah TKW," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian, korban pulang ke Jepara pada 16 Oktober 2022. Ia lalu menagih utang dengan mendatangi rumah orang tua pelaku di Desa Petekeyan pada 23 Oktober 2022.
Namun, saat ditagih pelaku justru mengaku tidak punya uang.
"Pada hari Minggu, untuk menagih utang kepada tersangka, karena tersangka hanya menjanjikan saja kemudian terjadi cekcok hingga korban marah-marah dan mengancam akan memberi tahu kepada istri tersangka," jelas dia.
Pelaku yang emosi lantas mencekik leher korban, ia juga membekap mulut korban agar tidak berteriak. Setelah dipastikan tewas, mayat korban kemudian dibawa ke gudang belakang agar tidak ketahuan.
"Jasad korban kemudian dibungkus dengan menggunakan beberapa karung seperti bayi dalam kandungan, dan dimasukkan ke dalam tas laundry berukuran besar. Pelaku kemudian membuang jasad itu ke perkebunan," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Kasatreskrim Polres Jepara AKP Fachrur Rozi menambahkan, Nova juga mengambil motor dan handphone milik korban. Ia kemudian menjual barang tersebut ke dua orang penadah bernama Lilik Satrio (22) dan Sugito (22). Keduanya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Setelah itu tersangka menjual barang-barang yang diperoleh dari korban kepada tersangka LS dan SG selaku penadah," imbuh Rozi.
Atas kejahatannya, tersangka Nova dijerat Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Sementara dua orang penadahnya dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020