News
·
5 Oktober 2020 19:51

Pria di Sulsel Ditembak Mati Usai Bacok Anggota Babinsa TNI dan Polisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pria di Sulsel Ditembak Mati Usai Bacok Anggota Babinsa TNI dan Polisi  (73737)
Parang yang digunakan pelaku pembacokan ke anggota polisi dan TNI di Sulsel. Foto: Dok. Istimewa
Seorang pria bernama Riska (34), warga Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ditembak mati polisi. Dia ditembak karena mengamuk dan membacok Babinsa TNI dan anggota polisi secara membabi buta.
ADVERTISEMENT
Peristiwa penyerangan anggota TNI-Polri ini di Dusun Tetetallu, Desa Tarengge Timur Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (5/10) pagi tadi. Ia mengembuskan napas terakhirnya saat diberikan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lagaligo Wotu.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko mengatakan, polisi terpaksa melakukan upaya tindakan tegas dan terukur dengan menembak pelaku.
Karena dia menyerang masyarakat secara membabi buta dengan parang dan juga telah membacok anggota TNI-Polri yang bertugas.
Pria di Sulsel Ditembak Mati Usai Bacok Anggota Babinsa TNI dan Polisi  (73738)
Anggota TNI di Sulsel jadi korban pembacokan. Foto: Dok. Istimewa
"Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis. Tapi, nyawanya tak tertolong karena kehabisan darah. Dia dinyatakan meninggal dunia di RSUD Lagaligo Wotu, siang tadi," kata Indratmoko, saat diwawancarai wartawan.
Peristiwa itu bermula ketika pelaku mengamuk di rumahnya di Desa Tarengge Timur, Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Ketika mengamuk dengan membawa parang, adik pelaku ini sempat menghubungi forkopimda setempat untuk mengamankan pelaku.
Pria di Sulsel Ditembak Mati Usai Bacok Anggota Babinsa TNI dan Polisi  (73739)
Anggota polisi di Sulsel jadi korban pembacokan. Foto: Dok. Istimewa
Sehingga, Babinsa TNI, Sertu Ismail Kareng dan Bhabinkamtibmas bermaksud untuk mengamankan pelaku. Tapi, ketika Sertu Ismail mendatangi rumah pelaku, ia langsung dibacok parang di bagian leher sebelah kiri. Kemudian pelaku melarikan diri menggunakan motor sambil membawa parang.
ADVERTISEMENT
"Jadi, awalnya dia menebas Babinsa Sertu Ismail. Kemudian, pelaku lari dan dikejar oleh warga sekitar," tambahnya.
Anggota Polsek Wotu yang mendapatkan informasi tersebut, juga langsung bergerak ke lokasi untuk mencari pelaku. Namun, (pelaku) semakin beringas dan menyerang warga sekitar dan polisi dengan parangnya.
"Saat ingin kembali ditangkap, pelaku tiba-tiba menyerang Bripka Satriadi, Kanit Provost Polsek Wotu dengan parang hingga terjatuh  akibatnya, anggota kami Bripka Satriadi terkena sabetan parang pada kaki kanan dan tangan kiri," jelasnya.
Melihat pelaku semakin beringas dan tidak terkendali yang membahayakan warga sekitar, sehingga petugas dengan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur ke  pelaku dengan menembaknya. Sehingga, pelaku tersungkur dan terjatuh.
"Akibat serangan pelaku itu, Sertu Ismail mengalami luka terbuka bagian leher belakang sebelah kiri di bawah telinga dengan panjang luka 12 cm sedalam 5 cm dan Bripka Satriadi, juga mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan sebelah kanan, serta luka terbuka patah kaki kanan akibat tebasan parang pelaku," kata dia.
ADVERTISEMENT