Kumplus- Lipsus- Permendikbud Kekerasan Seksual

Pro-Kontra Aturan Penumpas Predator di Kampus (2)

15 November 2021 10:51
·
waktu baca 12 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
"Saya mau anak-anak saya tidak takut di kampus, tidak takut dilecehkan karena ada peraturan ini,” kata Mendikbud Ristek Nadiem Makarim.
Ia menjelaskan alasan penerbitan Permendikbud Ristek Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi dalam rapat koordinasi di Gedung Kemendikbud Ristek, 25 Oktober, yang dihadiri rektor, perwakilan dokter dan mahasiswa dari universitas se-Indonesia.
Peserta rapat, para perwakilan kampus, menyambut baik lahirnya aturan tersebut. Mereka menilai aturan ini diperlukan di tengah meningkatnya angka kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparan+
Kebijakan terbaru Mendikbud Nadiem Makarim menuai kontroversi. Bagaimana sesungguhnya perjalanan Permendikbud 30? Siapa orang-orang di balik penyusunannya? Dan bagaimana masyarakat menanggapinya seiring keriuhan yang muncul? Klik di bawah.