News17 September 2020 17:14

Prof Wiku Minta Pejabat Publik Terbuka Jika Positif Corona

Konten Redaksi kumparan
Prof Wiku Minta Pejabat Publik Terbuka Jika Positif Corona (612206)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Satgas COVID-19 meminta pejabat publik bersikap terbuka jika dinyatakan positif corona. Sebab masyarakat mempunyai hak untuk tahu agar penularan virus corona dapat diminimalisir.
ADVERTISEMENT
"Publik juga harus tahu dari berbagai pemberitaan di media makin banyak pejabat terkonfirmasi positif bahwa ini transparansi publik dan gak perlu ada stigma negatif karena virus gak mengenal jabatan, jenis kelamin, umur dan waktu," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Kamis (17/9).
Jumlah pejabat di pemerintahan pusat dan daerah yang terpapar virus corona akhir-akhir terus meningkat. Salah satunya adalah Menteri KKP Edhy Prabowo.
Prof Wiku menegaskan, penularan virus corona bisa menimpa siapa saja. Maka dari itu, ia meminta seluruh pejabat dan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Siapa saja bisa terkena. Kami mohon seluruh masyarakat, pimpinan kantor betul-betul melindungi diri, saudara, rekan sejawat agar tak terjadi korban lagi. Semua tergantung pada kita semua untuk mengubah perilaku untuk menjaga protokol kesehatan," ucap Wiku.
ADVERTISEMENT

Satgas Sampaikan Duka 5 Kepala Daerah Meninggal Akibat COVID-19

Selain itu, Prof Wiku mewakili pemerintah juga menyampaikan belasungkawa atas 5 kepala daerah meninggal akibat COVID-19. Salah satunya adalah Sekda DKI Saefullah.
"Kalau kita liat dan ternyata sekarang ada lebih dari 5 orang kepala daerah dan pejabat publik meninggal COVID kami turut berbelasungkawa," kata Wiku.
Wiku mengatakan, seluruh pihak yang bekerja di kantoran agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan Begitu jumlah masyarakat yang terpapar corona dapat diminimalisir.
"Akhir-akhir ini kita temui kasus positif di perkantoran khususnya instansi pemerintah. Sebenernya sampai saat ini klaster penyumbang klaster terbanyak masih rumah sakit bukan perkantoran," ucap Wiku.
"Tapi jumlah klaster perkantoran makin meningkat. Perlu diingat klaster adalah konsentrasi pengumpulan kasus karena terjadi penularan di lokasi tersebut," tutur Wiku.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white