Protes Air Mati, Emak-emak demo PDAM Tirtanadi Medan: Bawa Panci-Celana Dalam
·waktu baca 2 menit

Puluhan emak-emak dari Desa Perumnas Simalingkar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Perusahan Deerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Cabang Padang Bulan, Medan, Rabu (31/8). Mereka protes pelayanan PDAM, karena air di rumah mereka kerap mati.
Saat berunjuk rasa, mereka masuk ke dalam kantor PDAM, petugas keamanan yang berjaga di depan pintu masuk tidak dihiraukan. Saat melakukan aksi, mereka membawa panci, gayung, wajan celana dalam hingga BH. Mereka lalu meneriakkan yel-yel.
“Air, air, air, air,’’ teriak emak-emak di kantor PDAM.
Salah seorang pengunjuk rasa, Indriani mengatakan persoalan air di tempatnya, sudah terjadi selama 3 bulan belakangan. Kondisi penyaluran air disebutnya tidak stabil.
“Sudah tiga bulan ini kami nggak ada ai. Air kami jam 12 malam hidup, nanti jam 05.00 pagi mati,” ujar Indriani.
Kata dia, selama tiga hari belakangan ini air mati total. Keadaan ini berdampak pada aktivitas sehari-harinya sebagai pedagang. Bahkan gara-gara hal itu, Indriani terpaksa menutup warungnya.
“Sudah dua hari saya nggak jualan, mau masak pakai apa kalau tidak ada air,” katanya.
Saat berunjuk rasa mereka diterima pegawai dari PDAM Tirtanadi Padang Bulan, Zaman Mendrofa. Dia mengatakan sering matinya air, karena adanya kebocoran pipa. Proses perbaikan masih terus dilakukan.
"Kami berharap bapak dan ibu bersabar. Itulah kondisi yang terjadi," ujarnya.
