News
·
13 Oktober 2020 11:30

PSBB Transisi Jakarta: Diskotek, Karaoke, hingga Griya Pijat Belum Boleh Buka

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PSBB Transisi Jakarta: Diskotek, Karaoke, hingga Griya Pijat Belum Boleh Buka (123306)
Ilustrasi diskotek Foto: pixabay
Sektor usaha hiburan dan pariwisata mulai dibuka secara bertahap oleh Pemprov DKI pada masa PSBB transisi. Namun tidak untuk sebagian sektor hiburan malam.
ADVERTISEMENT
Dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 259 Tahun 2020 diatur 13 sektor usaha yang boleh buka selama masa transisi. Meski demikian, usaha lain yang tak tercantum tetap bisa mengajukan izin, kecuali hiburan malam.
PSBB Transisi Jakarta: Diskotek, Karaoke, hingga Griya Pijat Belum Boleh Buka (123307)
Infografik usaha yang boleh buka saat PSBB Transisi Jakarta. Foto: kumparan
SK yang ditandatangani Plt Kepala Disparekraf DKI, Gumilar Ekalaya, pada 12 Oktober ini mengecualikan diskotek, griya pijat, karaoke, dan spa untuk buka.
"Usaha pariwisata yang tidak disebutkan dalam Lampiran I SK ini, dapat mengajukan permohonan pembukaan kembali usahanya kepada Disparekraf dengan melampirkan SOP dan Protokol kesehatan, kecuali jenis usaha diskotek, klub malam, spa, karaoke, griya pijat," dikutip SK Disparekraf Nomor 259 Tahun 2020, Selasa (13/10).
PSBB Transisi Jakarta: Diskotek, Karaoke, hingga Griya Pijat Belum Boleh Buka (123308)
Ilustrasi tempat karaoke. Foto: Shutter Stock
Sebab usaha di atas dianggap memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus corona, karena bisa menimbulkan kerumunan yang sulit dikendalikan.
ADVERTISEMENT
"Dan kegiatan pariwisata lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan serta tidak dapat dikendalikan (masih dilarang buka)," jelas SK tersebut.
sejauh ini 13 usaha yang sudah diperbolehkan buka berdasarkan SK tersebut di antaranya: bar, museum, restoran, barbershop/salon, kebun binatang, tempat gym, hingga pantai.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona