kumparan
25 Oktober 2018 14:07

PSI soal Sandi Disebut Mirip Bung Hatta: Seperti Langit dan Bumi

Sekjen PSI Raja Juli Antoni
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)
Cucu proklamator Bung Hatta, Gustika Jusuf-Hatta, protes karena tak terima kakeknya disebut mirip dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno oleh kubu Prabowo-Sandi. Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai protes yang dilayangkan Gustika wajar.
ADVERTISEMENT
Karena diklaim seperti itu, Antoni kemudian mengibaratkan Bung Hatta dengan Sandi bagaikan langit dan bumi.
"Sebagai keturunan langsung Bung Hatta, cucunya tentu berhak keberatan bila kakeknya sebagai pendiri bangsa diklaim sepihak untuk kepentingan politik jangka pendek," kata Antoni melalui pesan singkat, Kamis (25/10)
"Apalagi yang hebat disamakan dengan Sandi yang perbandingannya seperti langit dan bumi," tambah Antoni.
Antoni menyebut tim Prabowo-Sandi tidak memahami sejarah. Ia juga menyarankan kubu lawan untuk membaca ulang buku sejarah, terutama tentang sosok Bung Hatta.
"Pertama, mereka enggak paham sejarah Indonesia. Ratna Sarumpeaet dibilang sama dengan Cut Nyak Dien. Sekarang Sandi disamakan dengan Bung Hatta. Coba baca lagi buku sejarah siapa Bung Hatta dan Cut Nyak Dien," ungkap Antoni.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Antoni menduga ucapan kubu Prabowo-Sandi sebagai bagian dari politik manipulatif. Setelah sebelumnya mereka mengklaim terkait angka kemiskinan, kini sejarah nasional pun hendak dimanipulasi.
"Sejarah nasional pun ingin dimanipulasi demi kepentingan politik jangka pendek. Pembodohan rakyat secara masif sedang dilakukan," tegas Antoni.
Sebelumnya, Gustika menyikapi pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak di media sosial yang menyebut Sandi mirip dengan Bung Hatta.
"Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai, it's getting old," ujar Gustika dalam akun Twitternya, Rabu (24/10).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan