News
·
6 November 2020 13:29

Puan Akan Jadi Inspektur Upacara Tabur Bunga Hari Pahlawan di Teluk Jakarta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Puan Akan Jadi Inspektur Upacara Tabur Bunga Hari Pahlawan di Teluk Jakarta (116062)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: DPR
Sejumlah rangkaian kegiatan akan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November mendatang.
ADVERTISEMENT
Salah satunya upacara tabur bunga di Perairan Teluk Jakarta pada pagi harinya, Selasa (10/11). Hal ini diungkapkan Menteri Sosial Juliari Batubara. Dia menyebut Puan Maharani akan menjadi inspektur upacara.
"Kedua upacara tabur bunga di laut di perairan teluk Jakarta pada tanggal 10 November pukul 08.00 pagi dengan inspektur upacara Ketua DPR RI dan cadangan salah satu wakil ketua DPR," kata Juliari dalam konferensi persnya, Jumat ( 6/11).
"Tapi kami dapat info Ibu Ketua DPR RI bersedia jadi inspektur upacara," tambahnya.
Selain itu juga akan ada pemberian gelar pahlawan nasional tahun 2020 pada 6 tokoh yang dinilai berjasa terhadap bangsa Indonesia. Gelar tersebut akan diberikan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, 10 November dengan inspektur upacara Presiden RI," ujarnya.
Diketahui, ada 6 nama tokoh yang beruntung mendapatkan gelar tersebut pada tahun ini. Yaitu:
1. Sultan Babullah dari Provinsi Maluku Utara
2. Mahmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat
3. Jenderal Pol. (Purn.) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan kapolri pertama domisili di DKI Jakarta
4. Arnold Mononutu dari Provinsi Sulut merupakan tokoh pergerakan dan pernah jadi Menteri Penerangan RI pada saat Prsesiden Soekarno
5.Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution, dari Provinsi Sumatera Utara
6. Raden Mataher Bin Pangeran Kusin Bin Adi dari Provinsi Jambi.
Juliari pun menegaskan pada momen itu menjadi kesempatan pertama bagi Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat yang perwakilan tokohnya mendapatkan gelar terhormat tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ini memang Maluku Utara dan Papua Barat belum pernah memiliki pahlawan nasional dan apabila tidak ada perubahan insnyaallah kedua pahlawan diberi gelar pahlawan nasional di tahun ini," pungkasnya.