Puan Janjikan Transformasi DPR: Perlu Waktu, Saya Mohon Dukungan
5 Desember 2025 19:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
Puan Janjikan Transformasi DPR: Perlu Waktu, Saya Mohon Dukungan
Ketua DPR Puan Maharani meminta publik agar tenang dan jangan mudah menghakimi DPR. kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan DPR akan melakukan transformasi. Ia berjanji, berbagai hal akan dibenahi secara bertahap.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia mengingatkan perubahan tidak bisa dilakukan secara instant.
“Transformasi DPR ini betul-betul niat baik. Tapi memang perlu waktu, tidak bisa cepat. Banyak hal yang bertahap kami benahi,” ujar Puan di Lembang, Jawa Barat pada Jumat (5/12).
Puan menjelaskan sejumlah hal yang akan dibenahi, mulai dari tata kelola internal, moratorium perjalanan keluar negeri bagi anggota, dan lain hal sebagainya. Ia meminta dukungan seluruh pihak agar DPR bisa senantiasa berbenah.
“Saya mohon dukungan media untuk proses transformasi DPR. Semoga tahun depan hubungan kita semakin baik,” ujar Puan.
Jangan Mudah Hakimi DPR
Ketua DPP PDIP ini meminta publik agar tenang dan jangan mudah menghakimi DPR. Puan mengatakan, kesalahan sejumlah anggota tak bisa diartikan lembaga DPR tak bekerja baik.
ADVERTISEMENT
“Kalau ada satu dua anggota yang salah, jangan sampai merusak citra seluruh lembaga. Ada 580 anggota DPR yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” tegasnya.
Sementara Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, berbicara tentang transformasi DPR. Menurutnya, niat itu merupakan niat yang sungguh-sungguh mau dilakukan, bukan sekadar omongan belaka.
“Isu transformasi itu bukan lip service, bukan hanya idiom, yang itu sebagai strategi komunikasi, tapi transformasi ini kami lakukan secara sungguh-sungguh,” ucap Indra.
Menurut Indra, transformasi akan dilakukan dengan mengevaluasi setiap aspek. Ia menyebut evaluasi sudah mulai dilakukan, terutama di Sekretariat Jenderal DPR.
“Semua cara kami evaluasi terus termasuk cara kami bekerja. Setiap 3 bulan kita lakukan evaluasi kinerja secara sungguh-sungguh,” ucap Indra.
“Saya merasakan betul, paling tidak dalam 3 tahun ini, di luar sesuatu yang kami harapkan. Dan itu akan terus kami perbaiki sehingga ke depan sekretariat jenderal itu semua apa yang dikerjakan dapat lebih terukur dari sisi kuantitas dan kualitas,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
DPR RI menjadi perhatian publik usai isu tunjangan rumah serta joget-joget di sidang tahunan mencuat. Kala itu, tagar bubarkan DPR ramai di media sosial.
Sorotan itu berujung pada demonstrasi besar hingga kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Publik pun menuntut DPR untuk mereformasi lembaganya.
