Kumparan Logo
PTR, Banjir Jakarta, Jalan S Parman
Kendaraan melewati banjir di kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (1/1).

Puan Minta Anggota DPR Dapil Jabodetabek Bantu Korban Banjir

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan melewati banjir di kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (1/1). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan melewati banjir di kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (1/1). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana banjir di Jabodetabek pada Rabu (1/1). Puan mengingatkan penyelamatan korban adalah yang utama, sehingga evakuasi warga terdampak banjir harus diprioritaskan.

"Kami mendengar dan menerima laporan bahwa masih banyak korban yang belum dievakuasi dari rumah-rumah mereka yang terkepung banjir, terutama di wilayah terdampak banjir di pinggiran Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Karena itu, tim evakuasi harus menyisir seluruh wilayah terdampak untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak," kata Puan kepada wartawan, Kamis (2/1).

Konfrensi pres Pimpinan DPR RI, Puan Maharani bersama TNI dan Polri terkait pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden, Senin (14/10/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ketua DPP PDIP itu lalu mengimbau anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Jabodetabek untuk berperan aktif membantu para korban banjir.

"Saya mengimbau kepada para anggota DPR RI yang sedang reses, terutama di dapil Jabodetabek, untuk membantu melakukan proses-proses tanggap darurat dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada," ujarnya.

Puan Maharani juga meminta agar bencana banjir dikoordinasikan bersama dengan seluruh instansi terkait. Dan tidak saling melempar tanggung jawab demi mengedepankan kepentingan masyarakat.

Tim Badan SAR Nasional mengevakuasi warga yang masih bertahan di tempat tinggalnya di kawasan permukiman Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1). Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto

"Banjir di Jabodetabek tidak bisa diselesaikan secara parsial karena melibatkan beberapa daerah. Harus ada upaya pencegahan untuk meminimalkan dampak dari hulu sampai hilir, sehingga pemerintah pusat harus tampil menjadi pelopor," tuturnya.

Lebih lanjut, Puan mendorong pemerintah untuk melakukan operasi tanggap darurat secara menyeluruh, mulai dari pendirian tempat pengungsian, dapur umum, pengamanan rumah dan aset para korban, hingga mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir.

"Pada saat tanggap darurat, pemerintah agar mengerahkan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk membantu masyarakat terdampak dan segera melakukan upaya pemulihan," tandasnya.

Pantauan udara banjir Jakarta di Kampung Melayu, Rabu (1/1). Foto: Adhim Mugni Mubarok/kumparan

Setidaknya, di awal tahun ini banjir Jabodetabek telah menelan korban jiwa sebanyak 16 orang. Saat ini beberapa wilayah Jabodetabek masih tergenang banjir.

Hingga Kamis pagi, BNPB mencatat 16 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek. Penyebab korban meninggal karena terbawa arus, hipotermia, tersengat listrik, hingga tertimbun longsor.

Rinciannya adalah di Jakarta ada 8 orang, Kota Bekasi 1 orang, Kota Depok 3 orang, Kota Bogor 1 orang, Kota Tangerang 1 orang, dan Kota Tangerang Selatan 1 orang.