News
·
22 Oktober 2020 14:12

Puan: Santri Harus Jadi Agen Perubahan Hadapi Virus Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Puan: Santri Harus Jadi Agen Perubahan Hadapi Virus Corona (368965)
Ketua DPR Puan Maharani memakai baju adat Tengkuluk Bai Bai, Jambi, pada HUT ke-75 RI, Senin (17/8). Foto: Dok. Istimewa
Ketua DPR Puan Maharani menilai Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober adalah wujud penghormatan atas jasa santri dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Ia berharap, peringatan Hari Santri ini bisa menjadi momentum untuk menguatkan gotong royong dalam menghadapi tantangan.
ADVERTISEMENT
“Semoga keteladanan para santri dan jihad cinta Tanah Air menjadi semangat yang nyalakan cita-cita kita untuk terus gotong royong membangun Indonesia,” kata Puan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10).
Puan menjelaskan, Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keppres No. 22 Tahun 2015 berdasarkan fatwa Resolusi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Resolusi Jihad merupakan fatwa yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari bersama kiai lainnya untuk merespons pertanyaan Presiden Sukarno mengenai hukum membela Tanah Air.
Mantan Menko PMK itu pun berharap, semangat perjuangan juga terbentuk dalam menghadapi pandemi corona. Dia ingin para santri ikut menjadi agen perubahan melawan COVID-19.
“Semangat ini harus kita kuatkan kembali, yakni kebersamaan menghadapi pandemi COVID-19. Kami di DPR RI berharap para santri mau dan mampu berperan sebagai agen perubahan,” ujar Puan.
ADVERTISEMENT
“Seluruh elemen masyarakat, termasuk para santri, menjadi faktor penting dalam mengendalikan kasus COVID-19,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP itu memastikan komitmen DPR mendukung keberlanjutan pesantren dengan adanya UU tentang Pesantren. Dia pun mendorong pemerintah segera menerbitkan aturan turunan UU tersebut.
“Dengan adanya aturan turunan UU Pesantren, DPR RI berharap pesantren dapat lebih berkembang lewat program afirmasi serta fasilitas seperti rumah susun (rusun) bagi pesantren, pusat kesehatan pesantren, pendidikan vokasi di pesantren, dan lainnya," tandasnya.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona