kumparan
22 Feb 2019 17:03 WIB

Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Ramai Diperbincangkan

Neno Warisman saat hadiri Malam Munajat 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis, (21/2). Foto: Moh Fajri/kumparan
Doa dan puisi Neno Warisman menjadi perbincangan di jagat media sosial. Salah satu bagian dari doanya disoal netizen soal kalimat tidak akan adalagi yang menyembah Allah.
ADVERTISEMENT
Dalam acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2), Neno didapuk untuk menjadi pembaca doa dan puisi. Total 1o menit 20 detik, Neno berbicara di depan massa Munajat 212.
Soal perbincangan netizen itu, kumparan mencoba mendengarkan isi doa Neno. Dan ucapan yang disoal netizen yakni soal tak adalagi yang akan menyembah Allah, ada dalam rangkaian doanya.
Tapi dalam doanya itu tak menyebut tegas siapa pihak yang dimaksud. Pihak yang menang atau juga yang kalah.
Berikut petikan transkrip doa Neno Warisman dari menit ke 6.22 sampai akhir
Duhai Allah jangan kau jadikan hati kami tertutup dari cahaya terang kebenaran yang menyala di malam malam munajat saat engkau turun ke Jagat dunia, telah Engkau persaksikan kami tegak berdiri, ya Allah. Kami meminta, menangis, hingga basah berdiri kepadamu, seluruh harapan kami dambakan akan Engkau tolong, atau Engkau binasakan, akan engkau menangkan atau Engkau lantakkan, itu hakMu.
ADVERTISEMENT
Namun kami mohon, jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami, dan jangan, jangan Kau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena jika Engkau tidak menangkan kami khawatir, Ya Allah, kami khawatir, Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu, Ya Allah.
Neno Warisman
Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin oleh pemimpin terbaik, dengan pasukan terbaik untuk negeri adil dan makmur terbaik. Takdirkanlah bagi kami generasi yang dapat kami andalah untuk mengejar nubuwah kedua, wujud dan nyata, dan munculnya sejuta Alfatih di Bumi Indonesia.
Allah Rabb, puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku, mujahid-mujahidah, yang datang berbondong-bondong dari segala arah. Maka inilah puisi munajat, mengetuk-ngetuk pintu langitmu, bersimpuh di pelataran keprihatinan atas ketidakadilan, atas kesewenang-wenangan, atas kebohongan demi kebohongan, atas ketakutan dan ancaman yang ditebar-tebarkan, atas kepongahan dalam kezoliman yang dipamerkan-pamerkan dalam pertunjukkan kekuasaan yang mengkerdilkan Tuhan, yang menantang kuasa Tuhan, yang tidak percaya Tuhan pembalas yang sempurna.
ADVERTISEMENT
Ya Rabb, Engkaulah yang memiliki kekuasaan mutlak di seluruh jagat ini. Allah, ini puisi munajat yang mengetuk-ngetuk pintu langitmu, turunkanlah malaikat berbaris, burung-burung Ababil, dan semut-semut pemadam api Ibrahim. Munajat penuh harap kau turunkan pertolongan yang dijanjikan bagi yang terdera, bagi pemimpin yang terfitnah, bagi ulama yang dipenjara, bagi pejuang yang terus dihadang-hadang, bagi pembela keadilan yang digelandang ke bilik-bilik pesakitan.
[Berselawat]
Untuk hari depan yang lebih baik, untuk kepemimpinan yang berpihak pada rakyatmu, bersama rasul-Mu dalam ketinggian titah-Mu, kami bermunajat keluarkan kami dari gelap, keluarkan kami dari gelap, keluarkan kami dari gelap. amin allahuma amin ya robbal alamin
Video
kumparan sudah mencoba mengontak Neno soal doanya ini. Tapi belum ada respons dari Neno hingga berita ini dirilis.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan