Puluhan Napi Wanita AS Alami Pelecehan Usai Sipir Jual Kunci Sel ke Tahanan Pria

29 Juli 2022 10:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Narapidana perempuan di Penjara Clark County di Kota Jeffersonville, Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat (AS), pada Senin (25/8/2022) mengajukan tuntutan hukum atas dugaan kekerasan seksual.
ADVERTISEMENT
Delapan wanita itu meminta kompensasi atas cedera fisik dan emosional. Mereka mengaku telah melewati pemerkosaan, penyerangan, dan intimidasi pada Oktober 2021.
Para tahanan tersebut mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Selatan Indiana. Tuntutan mereka menyusul klaim serupa dari 20 wanita lainnya pada bulan lalu. Artinya, jumlah korban kekerasan seksual mencapai 28 orang secara keseluruhan.
Kedua kasus itu merinci tanggal berbeda dari kekerasan yang mereka alami. Gugatan pertama mengatakan, insiden tersebut berlangsung malam hari pada 24 Oktober.
Sementara itu, tuntutan terbaru menyebutkan, serangan berlangsung dari tengah malam pada 23 Oktober hingga pagi hari pada 24 Oktober.
Ilustrasi Penjara. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penjara. Foto: Shutter Stock
Para penggugat melayangkan tuduhan terhadap seorang sipir, David Lowe. Dokumen pengadilan menjelaskan, Lowe menjual kunci sel penjara mereka kepada para narapidana pria seharga USD 1.000 (Rp 14,8 juta).
ADVERTISEMENT
Clark County telah memberhentikan Lowe dari pekerjaannya. Tetapi, Lowe mengeklaim, dia bahkan tidak mengetahui kejadian tersebut.
Lowe mengatakan, para narapidana pria mencuri kunci sel-sel narapidana wanita dengan sendirinya. Dia mengaku baru mengetahui kekerasan seksual tersebut beberapa hari setelahnya.
Sebelumnya, Lowe sempat menghadapi berbagai dakwaan pidana lain pula. Dia didakwa lantaran melakukan pelanggaran, membantu pelarian, dan memperdagangkan seorang napi.
Selain Lowe, kasus kekerasan seksual itu turut menjerat Sheriff Clark County, Jamey Noel. Dia dikatakan gagal mencegah serangan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"[Noel] memiliki tanggung jawab pengawasan untuk memastikan bahwa narapidana dilindungi dan tidak mengalami kekerasan," tulis salah satu tuntutan hukum, dikutip dari AFP, Jumat (29/7/2022).
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock
Para napi pria memasuki sel-sel para napi wanita setelah mendapatkan kunci. Menyembunyikan identitas, mereka menutupi wajah dengan topeng yang terbuat dari handuk dan selimut.
ADVERTISEMENT
Tuntutan hukum menuduh, para napi pria meraba-raba para penggugat. Mereka juga memperlihatkan alat kelamin dan membuat komentar seksual. Setidaknya dua wanita kemudian diperkosa.
Serangan tersebut berlangsung hingga dua jam. Walau ada kamera pengintai, para petugas tidak melakukan intervensi.
"Meskipun insiden itu melibatkan banyak tahanan laki-laki dan puluhan korban dalam jangka waktu yang lama, tidak ada satu pun petugas penjara yang bertugas malam itu datang membantu penggugat dan korban lainnya," jelas salah satu tuntutan hukum.
"Kegagalan sistemik ini memungkinkan banyak penyerang laki-laki untuk bebas bergerak di penjara selama beberapa jam, yang mengakibatkan malam penuh teror bagi penggugat dan korban lainnya," sambungnya.
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock
Selama hari-hari berikutnya, para penjaga justru mengambil hak istimewa milik napi wanita. Para sipir menghukum penggugat dengan memberlakukan lockdown dan menyita barang-barang pribadi.
ADVERTISEMENT
Para napi wanita lantas tidak segera melaporkan serangan tersebut. Sebab, mereka juga mengkhawatirkan ancaman dari para napi pria.
"Mereka takut narapidana laki-laki akan melakukan ancaman mereka dan kembali malam itu," ujar pengacara yang mewakili delapan penggugat, Stephen Wagner, dikutip dari Reuters.
"Para wanita itu sama sekali tidak merasa nyaman atau aman untuk melaporkan apa yang terjadi pada hari-hari setelah insiden ini," lanjut dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020