News
·
19 Agustus 2020 20:30

Pura Mangkunegaran Tiadakan Kirab Malam 1 Suro karena Pandemi Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pura Mangkunegaran Tiadakan Kirab Malam 1 Suro karena Pandemi Corona (220031)
Pemberitahuan melalui spanduk terkait peniadaan Kirab Malam Satu Sura dipasang di gapura depan Pura Mangkunegaran Solo. Foto: Aris Wasita/ANTARA
Pura Mangkunegaran Surakarta meniadakan kirab Malam 1 Suro yang biasanya dilakukan untuk menyambut hari pertama dalam kalender Jawa (1 Suro) menyusul belum usainya pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Kami tiadakan dulu untuk tahun ini karena kami tidak ingin ada klaster baru karena kirab ini," kata Abdi Dalem Bagian Pariwisata Pura Mangkunegaran Joko Pramudya di Solo, seperti dilansir Antara, Rabu (19/8).
Ia mengatakan jika kirab tetap diadakan maka berpotensi menciptakan kerumunan orang mengingat setiap tahun ribuan orang datang untuk melihat acara budaya tersebut. Bahkan, warga yang datang bukan hanya dari Solo tetapi juga dari daerah lain.
"Kalau tetap diadakan kami khawatir tidak bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik," katanya.
Selain kirab, dikatakannya, yang juga biasanya banyak dipadati warga adalah prosesi jamasan pusaka. Oleh karena itu, dikatakannya, untuk jamasan juga ditiadakan termasuk ritual semedi yang biasanya dilakukan usai kirab juga akan ditiadakan.
ADVERTISEMENT
"Tetapi kalau masyarakat tetap melaksanakan ritual Malam 1 Suro dengan mengelilingi Pura Mangkunegaran sendiri, itu bukan tanggung jawab kami," katanya.
Terkait hal itu, pihaknya sudah memberikan pengumuman kepada masyarakat melalui spanduk yang dipasang di beberapa titik di Pura Mangkunegaran.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan tidak melarang kegiatan Kirab Malam Satu Suro selama dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Kegiatan ini kan sudah tradisi, kami mengizinkan tetapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Tanggal 1 Suro menurut kalender Jawa bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriyah (Islam). Hal ini karena kalender Jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu pada penanggalan Hijriyah.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT
***
Saksikan video menarik di bawah ini.