Putin: Kami Baru Memulai Perang di Ukraina, Barat Mau Ikut Melawan? Silakan Coba
·waktu baca 2 menit

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, mereka baru saja memulai perang yang sesungguhnya di Ukraina. Sebelumnya Rusia melancarkan serangan sejak 24 Februari 2022.
Ketika menyampaikan pidato hawkish kepada para pemimpin parlemen pada Kamis (7/7), Putin mengatakan saat ini banyak negara Barat ingin melawan Rusia.
"Hari ini kami mendengar bahwa mereka (Barat) ingin mengalahkan kami di medan perang. Apa yang bisa Anda katakan? Biarkan mereka mencoba," kata Putin dikutip dari Reuters.
"Kami telah mendengar berkali-kali bahwa Barat ingin melawan kami hingga Ukraina. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tetapi tampaknya semuanya menuju ke arah ini," lanjut dia.
Putin menjelaskan, selama ini Rusia belum bersungguh-sungguh selama empat bulan peperangan di Ukraina. Ia mengatakan, jika situasi seperti ini terus terjadi, pembicaraan damai akan semakin sulit dicapai.
"Semua orang harus tahu, bahwa pada umumnya, kami belum memulai apa pun dengan sungguh-sungguh," jelas Putin.
"Pada saat yang sama, kami tidak menolak pembicaraan damai. Tetapi mereka yang menolaknya harus tahu bahwa semakin jauh, semakin sulit bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kami," tambah dia.
Sejak invasi pada 24 Februari, Rusia telah merebut sebagian besar wilayah Ukraina. Terbaru, mereka menduduki Luhansk pada pekan lalu.
Namun, para pengamat menilai Rusia mengalami kesulitan untuk menjatuhkan Ukraina. Terlebih setelah mereka gagal menduduki Kiev dan Kharkiv.
Lebih lanjut, Putin tak menampik berbagai sanksi yang diberikan oleh Barat memicu kesulitan bagi Rusia.
Namun, Rusia masih bisa mengatasi masalah itu tanpa mengalami dampak signifikan khususnya di bidang ekonomi.
"Hasilnya sama sekali tidak seperti yang diharapkan oleh para penggagas serangan ekonomi terhadap Rusia," tutup dia.
