Putin soal Finlandia dan Swedia Mau Gabung NATO: Tidak Masalah, Silakan Saja

7 Juli 2022 3:07
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan lulusan akademi militer pada malam peringatan 81 tahun invasi Nazi ke Uni Soviet dalam Perang Dunia Kedua di Moskow, Rusia, Selasa (21/6/2022). Foto: Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan lulusan akademi militer pada malam peringatan 81 tahun invasi Nazi ke Uni Soviet dalam Perang Dunia Kedua di Moskow, Rusia, Selasa (21/6/2022). Foto: Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin/Reuters
ADVERTISEMENT
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan pengajuan keanggotaan Finlandia dan Swedia dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
Putin menjelaskan, Rusia tidak memiliki permasalahan teritorial dengan Finlandia dan Swedia. Meski begitu, Rusia akan merespons bila ada pengerahan militer ke kedua negara tersebut.
Putin menegaskan sikapnya saat konferensi pers di Turkmenistan pada 29 Juni. Dia mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin regional dalam lawatan tersebut.
"Mengenai Finlandia dan Swedia, kami tidak memiliki masalah dengan Finlandia dan Swedia, sayangnya, kami memiliki masalah dengan Ukraina," ujar Putin, dikutip dari NTD, Kamis (7/7).
"Silakan saja," tambah Putin.
Putin menerangkan, tidak ada ancaman dari Rusia terhadap Finlandia dan Swedia.
Tentara berpose saat foto bersama dengan NATO dan bendera nasional mereka selama latihan militer Defender Europe 2022 di Nowogrod, Polandia, Kamis (19/5/2022). Foto: Agnieszka Sadowska/Agencja Wyborcza.pl via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Tentara berpose saat foto bersama dengan NATO dan bendera nasional mereka selama latihan militer Defender Europe 2022 di Nowogrod, Polandia, Kamis (19/5/2022). Foto: Agnieszka Sadowska/Agencja Wyborcza.pl via Reuters
Finlandia dan Swedia mempercepat pengajuan keanggotaan mereka usai invasi Rusia ke Ukraina. Agresi tersebut mendorong mereka meminta jaminan keamanan tambahan dari NATO.
Rusia sebelumnya telah memperingatkan negara-negara Nordik tersebut agar tidak bergabung dengan NATO. Rusia menekankan, langkah itu tidak akan berkontribusi terhadap stabilitas di Eropa.
ADVERTISEMENT
"Jika pasukan dan infrastruktur NATO dikerahkan, maka kami akan dipaksa untuk merespons dengan baik dan menciptakan ancaman yang sama bagi wilayah yang memulai ancaman," jelas Putin.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Semuanya berjalan baik di antara kami, tetapi sekarang akan ada ketegangan, pasti akan ada. Ini jelas dan tak terhindarkan, saya ulangi, bila ada ancaman bagi kita," lanjut dia.
Putin membuat komentar itu sehari setelah Turki mencabut hak vetonya atas pengajuan keanggotaan Finlandia dan Swedia. Ketiga negara telah sepakat untuk saling melindungi keamanan satu sama lain.
Artinya, Finlandia dan Swedia dapat melanjutkan proses untuk bergabung dengan NATO. Keputusan tersebut menandai perubahan terbesar terhadap keamanan Eropa dalam beberapa dekade terakhir.
Ekspansi NATO ke Eropa Timur. Foto: Tim Kreatif kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ekspansi NATO ke Eropa Timur. Foto: Tim Kreatif kumparan
Pada 5 Juli, NATO menandatangani protokol aksesi untuk Finlandia dan Swedia. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menyanjung ekspansi paling signifikan sejak 1990-an itu.
ADVERTISEMENT
Stoltenberg menggambarkannya sebagai hari bersejarah bagi Finlandia, Swedia, NATO, dan keamanan Euro-Atlantik.
"Finlandia dan Swedia akan memberikan kontribusi yang kuat dan penting bagi aliansi kami," kata Stoltenberg.
"Saya memuji semua sekutu karena bergerak begitu cepat dalam menerima pengajuan keanggotaan Finlandia dan Swedia, dan saya ingin berterima kasih kepada Turki, Finlandia, dan Swedia atas pendekatan konstruktif mereka," sambungnya.
Finlandia dan Swedia akan bergabung dengan aliansi bersenjata nuklir itu secara resmi setelah parlemen meratifikasi keputusan keanggotaan. Proses itu kemungkinan akan memakan waktu hingga satu tahun.
Protokol aksesi memungkinkan mereka berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan NATO. Keduanya juga akan memiliki akses tambahan terhadap data intelijen.
Namun, mereka belum dilindungi oleh klausul pertahanan NATO, yakni bahwa serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua anggota.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020