kumparan
12 September 2019 14:55

Putra Habibie: Dengan Rasa Cinta Bapak Meninggalkan Dunia

BJ Habibie meninggal, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Kediaman Habibie
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melayat di kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/8). Foto: Dok. Abror Rizki
Presiden RI ke-3 BJ Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Setelah dimakamkan, putra sulung Habibie, Ilham Akbar, memberikan sepatah dua kata untuk almarhum bapaknya.
ADVERTISEMENT
Ilham mengungkapkan sosok bapaknya telah menginspirasi banyak orang dengan bakatnya. Saat meninggal pada Rabu (12/9) kemarin, begitu banyak keluarga, sahabat, dan teman seperjuangan yang berdoa untuk Habibie.
"Semua berdoa untuk bapak, dan mencium bapak pada waktu beliau mulai wafat. Dan dengan rasa cinta itulah bapak meninggalkan dunia ini," ungkap Ilham, Kamis (12/9).
BJ Habibie Meninggal, Foto udara saat jenazah BJ Habibie tiba di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis
Foto udara saat jenazah BJ Habibie tiba di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/9). Foto: Dok. Patria Pahleva
Ilham menuturkan rasa cinta yang ditularkan bapaknya memiliki makna besar bagi kehidupan saat ini. Termasuk saat Habibie mencurahkan hidupnya untuk pengembangan teknologi dan industri di Indonesia.
"Perjuangan teknologi dan industri demi bangsa dan negara, perjuangkan Islam dan demokrasi di Indonesia agar ditunjukkan ke dunia bahwa keduanya kompatibel," ucapnya.
Tak hanya itu, rasa cinta Habibie juga ditularkan kepada keluarganya. Termasuk kepada istrinya, Hasri Ainun Besari, yang telah meninggal dunia pada 22 Mei 2010.
ADVERTISEMENT
Menurut Ilham, rasa cinta yang diberikan Habibie tak sebatas untuk pekerjaan dan keluarga. Ia juga mengingatkan pesan bapaknya untuk terbuka dan merangkul semua pihak, dan tidak saling membedakan.
Mantan Presiden BJ Habibie, Foto Tahun 1999
Presiden Indonesia B.J. Habibie dan istrinya Ainun Habibie melambai kepada wartawan di gedung Parlemen di Jakarta, 21 September 1999, setelah ia memberikan penjelasan tentang kebijakan pemerintah tentang Timor Lorosa'e kepada anggota Parlemen. Foto: AFP/OKA BUDHI
"Yang terakhir adalah memberikan contoh mengenai cinta. Dan cinta itu adalah cinta suami istri, sanak saudara, pekerjaan, negara dan bangsa, pada dunia ini. Cinta seluas-luasnya, itulah bapak. Namanya adalah Habibie, yang mencintai dan dicintai," tutupnya.
Ilham lalu mengajak seluruh masyarakat untuk bisa belajar dari semangat Habibie. Dan generasi selanjutnya bisa meneruskan cita-cita bangsa, seperti yang selalu diharapkan oleh almarhum bapaknya.
"Semangat bapak ini diterapkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, umat, dan dunia. Sampai jumpa di akhirat bapak yang tercinta. Selamat jalan dan kita mencintai papa," tutup Ilham.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan