News
·
1 September 2020 7:52

Ragam Hoaks Corona: Razia Masker DKI Denda Rp 250 Ribu - IGD RS Fatmawati Tutup

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ragam Hoaks Corona: Razia Masker DKI Denda Rp 250 Ribu - IGD RS Fatmawati Tutup (26530)
Ragam Hoaks Corona - Ilustrasi melawan hoaks medis. Foto: Shutter Stock
Ragam hoaks corona di Tanah Air terus bermunculan saat penularan sedang tinggi-tingginya. Selain menekan kasus positif dan kematian, pemerintah dan tenaga kesehatan juga berperang melawan kabar bohong.
ADVERTISEMENT
Mulai dari isu liar denda tak pakai masker mencapai Rp 250 ribu hingga penutupan layanan IGD Fatmawati. Untuk meluruskan berita-berita tersebut, kumparan akan merangkumnya dalam ragam hoaks corona, Selasa (1/9) pagi ini.
  1. Hoaks Razia Masker di Jabodetabek dengan Denda Rp 250 Ribu
Ragam Hoaks Corona: Razia Masker DKI Denda Rp 250 Ribu - IGD RS Fatmawati Tutup (26531)
Hoaxbuster: Tidak benar Lantas Polda Metro Jaya lakukan razia masker di Jabodetabek dan berikan denda Rp 250 ribu. Foto: Dok. Istimewa
Beredar pesan di aplikasi WhatsApp group dan pribadi terkait razia masker oleh Polda Metro Jaya di Jabodetabek. Dalam razia tersebut, masyarakat yang tidak menggunakan masker akan didenda sebesar Rp 250 ribu.
"Sekilas info. Dari lantas Polda metro jaya besok ada razia Masker serentak di wilayah jabodetabek, dan melibatkan langsung turun lapangan dari semua lintas sektor dan kejaksaan, polisi dll...dan kalau ada yg TDK pakai masker langsung di tindak bayar ditempat 250.000...tolong infokan ke keluarga, tetangga dan teman semua ya. Jangan sampai kena denda. Wasalam."
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya mengklarifikasi isi pesan berantai ini. Melalui akun Twitter, @tmcpoldametro memastikan pesan tersebut hoaks.
"09.35 Pemberitaan ini tidak benar adanya," tulis pihak Polda Metro Jaya.
  1. Hoaks soal Keseringan Pakai Masker Bikin Bau Mulut
Jagat media sosial ramai merespons unggahan pemakaian masker yang terlalu sering bisa menyebabkan bau mulut. Padahal, saat ini, menggunakan masker wajib hukumnya untuk mencegah penyebaran virus corona.
Judul dari unggahan tersebut adalah sebagai berikut:
“Keseringan Pakai Masker Bisa Memicu Masalah dan Bau Mulut? Ini Solusinya!”
Ragam Hoaks Corona: Razia Masker DKI Denda Rp 250 Ribu - IGD RS Fatmawati Tutup (26532)
Hoaxbuster: Soal keseringan memakai masker dapat menyebabkan bau mulut. Foto: Kominfo
Dilansir Antara yang mengutip Channel News Asia, bau pada mulut yang tercium saat menggunakan masker bukan disebabkan keseringan menggunakannya. Namun, bau mulut dapat muncul akibat bakteri yang hidup pada mulut.
ADVERTISEMENT
“Saat masker menutupi hidung dan mulut, konsentrasi bau mulut meningkat, memungkinkan kita untuk menciumnya. Tanpa masker, seseorang yang memiliki bau mulut mungkin tak menyadarinya,” kata dr. Edwin Chng, direktur medis Parkway Shenton.
Pada intinya, setiap orang memiliki bau mulut. Hanya saja, kita cenderung tidak mencium bau mulut tersebut saat tidak menggunakan masker. Sebab, saat menggunakan masker, bau mulut menjadi lebih tercium karena konsentrasinya meningkat.
Jadi, ini sepenuhnya kabar hoaks. Selalu gunakan masker, ya!
Hoaks soal RSUP Fatmawati Tutup Layanan IGD
Unggahan foto kertas yang memuat informasi RSUP Fatmawati menutup layanan IGD untuk sementara, viral di media sosial. Dalam unggahan itu tertulis, penyebab tutupnya layanan karena banyak tenaga kesehatan yang terjangkit corona.
ADVERTISEMENT
"Mohon maaf, saat ini RS Fatmawati tidak menerima pasien karena petugas IGD RSF banyak yang terpapar COVID jadi pelayanan tutup," bunyi pesan tersebut.
Terkait unggahan itu, Kepala Promosi Kesehatan dan Humas RSUP Fatmawati, Atom Kadam, menegaskan manajemen rumah sakit tetap beroperasi baik untuk melayani rawat jalan maupun kegawatdaruratan. Sehingga bisa dipastikan kabar ini adalah hoaks.
Ragam Hoaks Corona: Razia Masker DKI Denda Rp 250 Ribu - IGD RS Fatmawati Tutup (26533)
Hoaxbuster: Soal RSUP Fatmawati Tutup Layanan IGD Foto: Dok. Istimewa
"Maaf (informasi) itu tidak benar. RSUP Fatmawati tetap melayani pasien rawat jalan dan IGD," kata Atom dikutip dari Antara.
Menanggapi soal tenaga medis yang terpapar COVID-19, manajemen RSUP Fatmawati menegaskan sejak 18 Maret hingga 7 Agustus 2020, pihaknya telah melakukan rapid test kepada 1.118 karyawan dan swab test kepada 189 karyawan. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 35 karyawan terkonfirmasi positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***